Gempa Sulteng

Pencarian Ribuan Korban Hilang dalam Gempa Sulteng Dihentikan 11 Oktober, Ini Alasan Utamanya

Jenazah yang ditemukan dalam proses evakuasi setelah 11 Oktober dikhawatirkan akan membawa penyakit atau kuman pada masyarakat.

Pencarian Ribuan Korban Hilang dalam Gempa Sulteng  Dihentikan 11 Oktober, Ini Alasan Utamanya
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Warga dibantu petugas mencari korban gempa bumi Palu di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). Gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah mengakibatkan 832 orang meninggal. 

Pencarian Ribuan Korban Hilang dalam Gempa Sulteng  Dihentikan 11 Oktober, Ini Alasan Utamanya

TRIBUNKALTIM.CO - Upaya evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, akan berakhir 11 Oktober 2018.

Keputusan tersebut diambil melalui rapat koordinasi yang melibatkan Gubernur Sulawesi Tengah, pemda setempat, BNPB, Badan SAR Nasional (Basarnas) dan perwakilan sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Upaya evakuasi itu dihentikan lantaran korban yang diperkirakan masih tertimbun reruntuhan bangunan atau lumpur sudah meninggal dunia dan jasadnya tak bisa dikenali akibat sudah membusuk.

"Evakuasi korban yang tertimbun lumpur di Petobo, Jono Oge, dan amblesan Balaroa, juga wilayah lainnya, akan dihentikan secara resmi pada tanggal 11 Oktober 2018. Mengapa? Karena kondisinya jenazah sudah dalam kondisi melepuh, tidak dikenali," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Selasa (9/10/2018).

Data Terkini Gempa Sulteng, Korban Terbanyak Ternyata Bukan di Wilayah Pusat Gempa

Keluarga Korban Bencana Gempa dan Tsunami Sulteng Ini Dapat bantuan Tiket Pulang Gratis ke Surabaya

Selain itu, dikhawatirkan, jika ada jenazah yang ditemukan dalam proses evakuasi setelah 11 Oktober, justru akan membawa penyakit atau kuman pada masyarakat.

Namun demikian, setelah pemerintah dan tim SAR gabungan menghentikan proses evakuasi, masyarakat yang ingin mencari keluarganya yang masih hilang tetap diperbolehkan melakukan pencarian. Dalam upaya tersebut, relawan diperbolehkan untuk membantu.

"Jika masyarakat tetap ingin mencari anggota keluarga ya kita persilakan. Tentu dalam hal ini relawan-relawan juga banyak yang membantu," ujar Sutopo.

14 Negara Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Sulteng Melalui Balikpapan

Hingga 10 Oktober mendatang, proses evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban masih terus dilakukan. BNPB mencatat, ada 671 orang hilang yang diperkirakan masih tertimbun reruntuhan bangunan dan lumpur. Selain itu, diperkirakan 5000 orang di Kelurahan Balaroa, Petobo, dan Jono Oge juga masih belum ditemukan.(*) 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ini Alasan Pencarian Korban Bencana Sulteng Dihentikan 11 Oktober

Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved