Gempa dan Tsunami Sulteng

Ada Perubahan Peta Potensi Gempa Nasional, Ini Catatan untuk Wilayah Kalimantan

Peta potensi gempa nasional berubah, usai gempa Lombok dan gempa Sulteng (Sulawesi Tengah) yang juga disertai tsunami.

Ada Perubahan Peta Potensi Gempa Nasional, Ini Catatan untuk Wilayah Kalimantan
https://www.bnpb.go.id
Gempa bumi di Indonesia dalam Katalog Pusat Studi Gempa Bumi Nasional (PuSGeN) 2016. (Irsyam et al., 2016) 

Ada Perubahan Peta Potensi Gempa Nasional, Ini Catatan untuk Wilayah Kalimantan 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Peta potensi gempa nasional berubah, usai gempa Lombok dan gempa Sulteng (Sulawesi Tengah) yang juga disertai tsunami. 

Demikian disampaikan Kepala Bagian Kerjasama Internasional BNPB, Afrial Rosya saat ditemui di Hanggar C Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.

"Memang peta gempa kita sudah berubah. Potensi kejadian gempa semakin banyak. Ini memang perlu harus dikaji lebih lanjut oleh scientiifik," katanya.

Dalam 9 Bulan Terakhir terjadi 3 Gempa di Papua Nugini, Ratusan Orang telah Meninggal Dunia

Wilayah Indonesia Sangat Rawan Gempa, Bagaimana Menyikapinya ?

Bikin Status Meresahkan Soal Gempa Hari Ini, Pemilik Akun FB Ini Dijemput Polisi

"Maksudnya pengembangan potensi kejadian gempa semakin banyak. Termasuk pulau Jawa," sambungnya.

Kejadian gempa di Palu terjadinya akibat adanya kontraksi sesar (patahan) Palu Koro yang bergerak aktif di sepanjang Sulteng. Sesar Palu-Koro, salah satu sesar gempa teraktif di dunia.

Beragam kajian geologi dan analisis kegempaan menyebutkan, panjang keseluruhan jalur sesar Palu Koro sekira 500 km. Sesar ini memotong Kota Palu hampir tegak lurus mengarah dari utara ke selatan.

Lokasi rentetan gempa di Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018).
Lokasi rentetan gempa di Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). (KOMPAS.com/LAKSONO HARI W)

"Kalau kami lihat kajian dari LIPI, ada sesar palu koro bergerak aktif di sepanjang Sulteng. Lempengan bergerak secara aktif. Salah satu penyebab bencana di Palu," ungkapnya.

Sesar atau lempengan tersebut diduga masih akan terus bergerak. Lantaran terus mencari keseimbangan. Karena gempa besar selalu diikuti dengan gempa kecil. Itu terjadi karena lempeng bumi tengah mencari keseimbangan baru.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help