Gempa dan Tsunami Sulteng

Kekurangan Makanan dan Trauma Pulang, Korban Gempa Sulteng Terpaksa jadi Pengemis

Nurlela, salah satu pengungsi mengaku terpaksa meminta belas kasihan dari para pengendara yang lalu lalang di sekitar tenda pengungsian.

Kekurangan Makanan dan Trauma Pulang, Korban Gempa Sulteng Terpaksa jadi Pengemis
Group WA Bugis-Palu-Donggala
Kondisi jalan Trans Sulawesi di jalur Donggala, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/09/2018) pagi. 

Kekurangan Makanan dan Trauma Pulang, Korban Gempa Sulteng Terpaksa jadi Pengemis

TRIBUNKALTIM.CO - Pengungsi di Desa Tosale, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, terpaksa mengemis karena kekurangan makanan.

Para pengungsi ini rata-rata mendiami dataran tinggi dan mereka tidak mau pulang karena trauma atau rumahnya hancur akibat disapu tsunami.

Nurlela, salah satu pengungsi mengaku terpaksa meminta belas kasihan dari para pengendara yang lalu lalang di sekitar tenda pengungsian, atau meminta makanan dari warga terdekat di lokasi pengungsian.

“Yang paling dibutuhkan itu beras. Selama ini kalau bukan tetangga yang kasihan atau belas kasihan pengendara kita susah,” kata Nurlela, warga korban gempa yang mengaku rumahnya rata dengan tanah disapu tsunami, Kamis (11/10/2018).

Kapal Pelni Camara Nusantara 1 Angkut Bantuan 206 Ton untuk Korban Gempa-Tsunami Sulteng

Ada Perubahan Peta Potensi Gempa Nasional, Ini Catatan untuk Wilayah Kalimantan

Nurlela bingung harus pulang ke mana. Sebab, rumah dan harta benda yang ia kumpulkan bertahun-tahun bersama suaminya hancur dan rata dengan tanah setelah disapu tsunami.

Pengungsi lainnya, Samsiah, mengaku masih trauma dan enggan kembali ke desanya lantaran gempa susulan masih terus terjadi dan kerap membuat dirinya panik.

Dalam 9 Bulan Terakhir terjadi 3 Gempa di Papua Nugini, Ratusan Orang telah Meninggal Dunia

Wakil Presiden Resmi Hentikan Pencarian Korban Gempa Sulteng, Ini 3 Alasannya

Ia bersama keluarga mengaku baru akan meninggalkan perbukitan jika situasi sudah aman dari gempa.

“Kita masih terus bertahan karena masih sering terjadi gempa-gempa susulan yang bikin panik. Mungkin kalau situasinya sudah tenang, baru kami akan pulang,” jelas Samsiah.

Para pengungsi berharap mendapat bantuan dari pemerintah atau dermawan. Sebab, mereka menilai selama ini distribusi bantuan tidak merata.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kurang Makanan, Pengungsi Korban Gempa di Donggala Terpaksa Mengemis"

Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved