Pidato di Rakernas LDII, Prabowo: Ada Elite yang Mengkhianati terhadap Masyarakatnya Sendiri

Prabowo Subianto menyebut saat ini telah terjadi upaya pengkhianatan yang dilakukan oleh kalangan elite terhadap masyarakatnya sendiri.

Pidato di Rakernas LDII, Prabowo: Ada Elite yang Mengkhianati terhadap Masyarakatnya Sendiri
wartankota.com/ adhy kelana
Calon Presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto, menghadiri Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Ponpes Minhajurasidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (11/10). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA-- Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut bahwa saat ini telah terjadi upaya pengkhianatan yang dilakukan oleh kalangan elite terhadap masyarakatnya sendiri.

Menurut Prabowo, kalangan elite saat ini tidak lagi berpikir tentang kepentingan masyarakat melainkan kepentingan kelompoknya sendiri.

Akibatnya, terjadi kesenjangan sosial antara masyarakat dan kalangan elite.

"Ada masalah besar di republik kita, pendapat saya, bahwa saya melihat ada satu pengkhianatan terjadi. Pengkhianatan ini dilakukan oleh elite bangsa kita sendiri terhadap rakyatnya," ujar

Prabowo saat berpidato pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018).

Calon Presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto, menghadiri Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Ponpes Minhajurasidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (11/10).
Calon Presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto, menghadiri Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Ponpes Minhajurasidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (11/10). (wartankota.com/ adhy kelana)

"Elite kita tidak berpikir kepentingan yang besar, rakyat, mereka berpikir kepentingan kelompoknya masing-masing, dirinya, keluarganya, sehingga dis-connect terjadi, suatu jurang terjadi antara realita masyarakat dan kehidupan elite. Ini sudah berjalan puluhan tahun," tuturnya.

Prabowo menilai ketimpangan sosial tersebut terlihat jelas dari kejanggalan atau paradoks yang ia rasakan.

Ia mengatakan, Indonesia memiliki seluruh sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi negara industrial yang terkemuka. Namun pada kenyataannya, sebagian masyarakat Indonesia justru tidak menikmati hasil kekayaan alam tersebut.

"Semua kekayaan alam ada, tetapi kita sebagai bangsa bisa dikatakan sekarang ini kita tekor sebagai bangsa," kata Prabowo.

Selain itu, ia juga menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah dan beban hutang sebagai salah satu indikator kemiskinan yang dihadapi oleh Indonesia.

Halaman
12
Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help