Sidang Perdana Kasus Korporasi, Jaksa Tipikor Tuduh PT NKE Merugikan Negara Rp 25, 953 miliar

Pengadilan kejahatan korporasi yang pertama kali, denganterdawa PT Nusa Konstruksi Enjinering di pengadilan Tipikor, Jakarta.

Sidang Perdana Kasus Korporasi, Jaksa Tipikor Tuduh PT NKE Merugikan Negara Rp 25, 953 miliar
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Djoko eko Suprastowo yang menjabat Direktur Utama PT NKE duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (11/10/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA--  Sidang perdana kasus korupsi korporasi terhadap PT Duta Graha Indah atau yang telah berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE).

Perusahaan ini didakwa memperkaya korporasi sendiri senilai ratusan miliar rupiah dalam proyek pemerintah. Perbuatan tersebut diduga membuat kerugian negara sebesar Rp 25, 953 miliar.

"Terdakwa melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang mempunyai hubungan sedemikian rupa, sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut," ujar jaksa Lie Putra Setiawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Dalam persidangan, pihak korporasi selaku terdakwa diwakili oleh Djoko Eko Suprastowo yang menjabat Direktur Utama PT NKE.

Menurut jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), PT NKE secara melawan hukum membuat kesepakatan memenangkan perusahaannya dalam lelang proyek Pembangunan Rumah Sakit Khusus Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana Tahun Anggaran 2009 dan 2010.

PT NKE dinilai memperkaya diri sendiri atau selaku korporasi sejumlah Rp 24,778 miliar.

Djoko eko Suprastowo yang menjabat Direktur Utama PT NKE duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (11/10/2018).
Djoko eko Suprastowo yang menjabat Direktur Utama PT NKE duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (11/10/2018). (KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)

Kemudian, memperkaya Muhammad Nazarudin beserta korporasi yang dikendalikannya yakni PT Anak Negeri, PT Anugerah Nusantara dan Grup Permai sejumlah Rp 10, 290 miliar.

Menurut jaksa, pada awal 2009 bertempat di kantor Anugerah Grup, Dudung Purwadi selaku direktur utama PT DGI menghadiri pertemuan atas undangan Muhammad Nazarudin.

Pertemuan dihadiri juga oleh perwakilan beberapa badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi diantaranya PT Adhi Karya, PT Pembangunan Perumahan, PT Waskita Karya, dan PT Nindya Karya.

Dalam pertemuan tersebut, Nazaruddin menyampaikan bahwa Anugerah Grup sedang berupaya mendapatkan anggaran untuk beberapa proyek konstruksi di DPR guna dibagikan kepada perusahaan-perusahaan yang hadir.

Halaman
12
Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help