Gempa dan Tsunami Sulteng

Wakil Presiden Resmi Hentikan Pencarian Korban Gempa Sulteng, Ini 3 Alasannya

Korban-korban gempa yang diperkirakan masih tertimbun reruntuhan bangunan atau lumpur sudah meninggal dunia.

Wakil Presiden Resmi Hentikan Pencarian Korban Gempa Sulteng, Ini 3 Alasannya
KOMPAS.com/ROSYID A AZHAR
Warga Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengangkuti barang yang masih bisa diselamatkan dari rumah-rumah mereka yang terendam lumpur yang keluar dari perut bumi pasca-gempa bermagnitudo 7,4. 

Wakil Presiden Resmi Hentikan Pencarian Korban Gempa Sulteng, Ini 3 Alasannya

TRIBUNKALTIM.CO - Proses evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah akan dihentikan pada Kamis (11/10/2018).

Keputusan ini diambil oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla sebagai pemimpin penanganan korban gempa dan tsunami Sulteng yang ditunjuk Presiden Joko Widodo setelah rapat koordinasi yang melibatkan Gubernur Sulawesi Tengah, pemda setempat, BNPB, Badan SAR Nasional (Basarnas), perwakilan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, hingga masyarakat setempat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan alasan diberhentikannya proses evakuasi dan pencarian korban:

Warga Balikpapan Bantu Tiket Pesawat Korban Gempa Sulteng, Hari Ini 53 Orang Terbang Gratis

Kisah Polwan Polda Kaltim Bantu Korban Gempa Sulteng, Pertama Tiba Seperti Kota Mati

1. Berpotensi membawa penyakit

Korban-korban yang diperkirakan masih tertimbun reruntuhan bangunan atau lumpur sudah meninggal dunia. Banyak jasad juga tak bisa dikenali akibat sudah membusuk.

Jenazah yang ditemukan setelah 14 hari bencana dinilai berpotensi membawa penyakit dan dampak buruk untuk masyarakat.

2. Sudah diperpanjang

Sutopo mengatakan, sesuai prosedur, masa evakuasi korban dalam sebuah bencana sebenarnya hanya dilakukan selama 7 hari. Namun, tim SAR dalam hal ini telah memperpanjang upaya tersebut menjadi 14 hari. Namun demikian, meski pencarian korban dihentikan, masa tanggap darurat bencana belum tentu dihentikan juga pada hari ini.

Keputusan tersebut hingga saat ini masih dibahas dan kemungkinan akan diperpanjang dari pengumuman tanggap darurat sebelumnya hingga 11 Oktober.

Pemkab PPU Kirim 10 Truk Sembako dan Pakaian untuk Korban Gempa Sulteng

10 Hari Buka Posko Bantuan Gempa Sulteng, Pemkot Balikpapan Kumpulkan Dana Rp 1,2 Miliar

3. Warga ikhlas

Menurut Sutopo pula, warga yang masih kehilangan anggota keluarga atau kerabatnya sudah mengikhlaskan proses pencarian dihentikan. Namun demikian, menurut dia, meski pemerintah dan tim SAR sudah menghentikan proses pencarian, warga yang masih ingin mencari anggota keluarga yang hilang tetap diperbolehkan melakukan pencarian. Relawan diperbolehkan untuk membantu.

Berakhirnya masa evakuasi korban bencana Sulteng, lanjut Sutopo, akan ditutup dengan acara doa bersama di tiga wilayah, yaitu Kelurahan Balaroa, Petobo, dan Jono Oge. Di ketiga daerah ini diperkirakan masih terdapat ribuan korban hilang yang tertimbun reruntuhan bangunan dan lumpur.

Rangkaian gempa mengguncang Sulawesi Tengah pada 28 September 2018. Gempa bermagnitudo 7,4 yang tertinggi memicu tsunami dan likuefaksi. Akibatnya, 2.045 korban meninggal dunia, 671 orang hilang dan 10.679 jiwa luka berat. Selain itu, sebanyak 67.310 rumah, 2.736 sekolah rusak, 20 fasilitas kesehatan dan 12 titik jalan rusak berat. Sebanyak 82.775 warga mengungsi di sejumlah titik di Palu, Donggala dan Sigi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Evakuasi Korban Gempa Sulteng dan Tsunami Palu Dihentikan, Ini 3 Alasannya

Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About us
Help