Harga Batubara Masuk Tren Pelemahan

Perang dagang juga bakal mengganggu rantai pasokan global. Akibatnya, harga batubara tenggelam makin dalam.

Harga Batubara Masuk Tren Pelemahan
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Aktivitas salah satu areal pertambangan batu bara di Kabupaten Bulungan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kekhawatiran para pelaku pasar komoditas terhadap pelemahan ekonomi global membuat harga batubara masuk tren pelemahan.

Harga batubara kontrak pengiriman Januari 2019 di ICE Futures Exchange turun 1,55% ke US$ 107,65 per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Dalam sepekan terakhir, harga si hitam tercatat anjlok 6,67%.

Pasar kembali khawatir melihat gejolak perekonomian dunia, terutama setelah International Monetary Fund (IMF) memangkas pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,7%.

Sebelumnya, lembaga keuangan internasional ini memprediksi, ekonomi global tumbuh mencapai 3,9%.
Salah satu alasan pemangkasan adalah perang dagang China dan Amerika Serikat (AS).

Pukulan berat juga dihadapi Negeri Tembok Besar yang ekonominya diprediksi hanya tumbuh 6,2% di tahun 2019.  

Proyeksi ini turun dari perkiraan sebelumnya yang mencapai 6,4%. "Revisi pertumbuhan ekonomi global, khususnya pasar China, membuat semua harga komoditas berguguran, termasuk harga  komoditas batubara," kata Ibrahim, Direktur Garuda Berjangka, kemarin.

Maklum, bila ekonomi tumbuh di bawah perkiraan, pasar meyakini bakal terjadi oversupply batubara akibat penurunan permintaan. Perang dagang juga bakal mengganggu rantai pasokan global. Akibatnya, harga batubara tenggelam makin dalam.

Menipisnya permintaan batubara sudah terlihat dari kinerja ekspor Australia. Analis Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar menyebut, ekspor batubara negeri kanguru di Agustus turun 8,7% dibanding bulan sebelumnya.

Penurunan terbesar terjadi pada ekspor ke China. "Volume ekspor ke China turun hingga 32,4% menjadi 3 juta metrik ton," kata Deddy.

Potensi Rebound
Memang, pemerintah China saat ini sedang membatasi impor batubara. Ketentuannya, impor si emas hitam pada tahun 2018 tidak boleh melebihi volume impor sepanjang tahun 2017. Ini dilakukan untuk menjaga harga batubara domestik agar tetap tinggi di tahun ini.

Halaman
12
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved