Klaim BPJS Kesehatan Belum Terbayar Rp 3,1 M, Ini Kekhawatiran Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung

Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung, Jansje Grace Makisurat menjelaskan, untuk klaim BPJS tahun 2017 lalu masih tersisa Rp 700 juta.

Klaim BPJS Kesehatan Belum Terbayar Rp 3,1 M, Ini Kekhawatiran Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung
BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Samir Paturusi

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Dana kas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung, Penajam Paser Utara (PPU) hanya mengandalkan sisa lebih pembiayaan anggaran tahun lalu (Silpa) sebesar Rp 2 miliar, untuk operasional rumah sakit tersebut.

Alasannya, sampai sekarang klaim ke BPJS Kesehatan sebesar Rp 3,1 miliar belum terbayar belum termasuk klaim kepada Pemkab PPU Rp 600 juta yang juga belum dilunasi.

Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung, Jansje Grace Makisurat menjelaskan, untuk klaim BPJS tahun 2017 lalu masih tersisa Rp 700 juta.

Namun beberapa waktu lalu sudah dibayarkan sehingga hanya tersisa Rp 3,1 miliar.

Terkesan Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali, Standar Indonesia Bikin Negara Lain Minder

Ia mengatakan, klaim yang belum terbayarkan tersebut mulai Mei, Juni dan Juli.

Ia mengungkapkan, sesuai dengan perjanjian kerjasama bahwa setiap tanggal 10 bulan berikutnya akan mengajukan klaim dan tanggal 15 akan dibayarkan.

"Karena molor sehingga semua pencairan juga molor," jelasnya.

Ia mengatakan, selain klaim dari BPJS yang belum terbayar juga ada klaim kepada Pemkab PPU Rp 600 juta juga belum dilunasi padahal tahun sudah diajukan sejak tahun 2017 lalu.

Belanda Vs Jerman, 3 Keputusan Aneh Joachim Loew yang Picu Kekalahan Telak Der Panzer

Grace mengungkapkan, tagihan yang diajukan tersebut merupakan klaim dimana warga yang berobat di RSUD tidak ditanggung BPJS Kesehatan namun ditanggung pemerintah daerah.

"Itu klaim bagi warga yang berobat tapi tak punya BPJS Kesehatan dan sesuai ketentuan pemerintah daerah yan harus membayar, tapi sampai sekarang juga belum dilunasi," katanya.

Grace mengaku khawatir bila klaim tersebut tak kunjung dibayarkan maka pihaknya akan kesulitan anggaran untuk operasional RSUD.

Anggap Program Lebih Jelas dan Nyata, La Nyalla Tinggalkan Prabowo dan Pilih Dukung Jokowi

Ia mengungkapkan, selama ini masih mengandalkan Silpa tahun lalu Rp 2 miliar untuk operasional rumah sakit, namun dalam waktu dekat harus menyelesaikan jasa pelayanan kepada tenaga medis.

"Kalau ini sudah dibayarkan nanti maka anggaran kami bisa kembali nol. Nah untuk membiayai operasional rumah sakit jelas kami kesulitan. Harapan kami klaim bisa segera dibayarkan," harapnya. (*)

Penulis: Samir
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved