'Cake Salakilo' Oleh-oleh Khas Balikpapan, Ternyata Pernah Juara Nasional Master Oleh- oleh

Merintis usaha kuliner sejak 2012, kini Riswahyuni sukses mengembangkan bisnis oleh-oleh khas Balikpapan 'Cake Salakilo'.

'Cake Salakilo' Oleh-oleh Khas Balikpapan, Ternyata Pernah Juara Nasional Master Oleh- oleh
Tribun Kaltim
BISNIS OLEH-OLEH - Riswahyuni sukses mengembangkan bisnis oleh-oleh khas Balikpapan 'Cake Salakilo'. Kini usahanya makin maju setelah ikut jualan secara online 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Merintis usaha kuliner sejak 2012, kini Riswahyuni sukses mengembangkan bisnis oleh-oleh khas Balikpapan 'Cake Salakilo'. Tidak hanya masyarakat Kaltim, oleh-oleh cake hasil olahan buah salak ini sudah dikenal hingga berbagai kota di Indonesia.

Awal merintis usaha oleh-oleh 'Cake Salakilo', Yuni -- sapaan akrab Riswahyuni masih sebatas melayani pembeli dari Balikpapan dan sekitarnya yang ingin membawa buah tangan khas Balikpapan saat keluar daerah. Promosinya pun hanya dari mulut ke mulut dan media sosial.

Cake salak memang khas Balikpapan hasil kreasi Yuni. Berkat hasil olahan panganan berbahan baku buah salak ini, Yuni meraih berbagai penghargaan, antara lain Juara I Festival Panganan Khas Balikpapan (2012), penghargaan Kreasi Prima Mutu dari Presiden (2014), Juara Nasional Master Oleh-oleh (2016), dan penghargaan Paramakarya dari Presiden RI (2017).

Baca: Sariwangi Pelopor Teh Celup di Indonesia yang Berakhir Tragis, Terlilit Utang dan Pailit

Kini usaha kuliner oleh-oleh 'Cake Salakilo' Yuni makin berkembang setelah bergabung dengan 'Pesona' (Pesona Nusantara'), sebuah aplikasi pesanan oleh-oleh nusantara dari JNE Express. Melalui 'Pesona', Yuni bisa mengenalkan produk oleh-oleh cake salak ke seluruh Indonesia, bahkan hingga luar negei.

"Alhamdulillah, setelah gabung dengan 'Pesona', oleh-oleh 'Cake Salakilo' sudah dikenal hampir seluruh Indonesia. Pemesannya ada yang dari Batam, Medan, Jakarta, Surabaya, Bandung, Jogja, dan daerah lainnya," ujar perempuan yang hobi kuliner ini kepada Tribun, Jumat (5/10).

Dikemukakan, sejak ikut memasarkan oleh-oleh 'Cake Salakilo' lewat aplikasi 'Pesona Nusantara', omset penjualan meningkat hingga 40 persenan. Rata-rata per hari, Yuni mengaku mendapat pesanan 10 paket pengiriman 'Cake Salakilo' dengan harga Rp 40.000 hingga Rp 60.000 per kotak.

Baca: 4 Sikap Manajemen Persib Bandung Ini Bikin Bobotoh Marah Besar pada Komdis PSSI

Ada beberapa varian rasa cake salak, yakni original, almond, keju, coklat, kurma madu, dan tiramisu.

Begitu pasang di 'Pesona Nusantara', oleh-oleh 'Cake Salakilo' banyak dikenal orang. "Saya biasa mengirimnya lewat JNE paket 'Yes', karena dijamin sehari bisa sampai ke konsumen. Selain murah, pengiriman paket JNE 'Yes' cepat dan barang digaransi," tuturnya.

Penjualan oleh-oleh atau barang lainnya melalui 'Pesona' sangat mudah. Yuni cukup datang ke kantor JNE terdekat membawa foto contoh produk yang bakal dijual. Petugas JNE lah yang membantu memasukkan di aplikasi 'Pesona'.

Tidak hanya membantu memasarkan produk, JNE juga membina pelaku usaha kecil menenangan (UMKM) seperti Yuni. Misalnya dilatih packing yang baik, termasuk menampil foto produk agar menarik konsumen.

Baca: Jatuh dari Ranjang Saat Berhubungan Seks, Perempuan Ini Gugat Produsen Kasur

Bergabung dengan 'Pesona" membuat bisnis oleh-oleh 'Cake Salakilo' Riswahyuni makin berkembang. Apalagi di era bisnis jual berli online yang lagi booming sekarang ini. Omsetnya per hari kini sudah mencapai Rp 7 juta. Bahkan saat Lebaran atau hari-hari libur omset bisa puluhan juta. (*)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved