Puting Beliung Muncul di Perairan Maratua, Masyarakat Berau Diminta Waspadai Hujan dan Angin Kencang

(BMKG) Berau, mengingatkan masyarakat, agar mewaspadai peralihan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan.

Puting Beliung Muncul di Perairan Maratua, Masyarakat Berau Diminta Waspadai Hujan dan Angin Kencang
Tribun Kaltim/Geafry Necolsen
Angin puting beliung yang tiba-tiba muncul di Perairan Pulau Maratua ini terekam kamera Tribun Kaltim. Angin puting beliung bisa muncul di darat maupun di laut. Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat agar menjauh saat fenomena ini muncul. 

TRIBUNKALTIM.CO Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau, mengingatkan masyarakat, agar mewaspadai peralihan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan.

Pasalnya, peralhihan cuaca ini tidak jarang diikuti dengan perubahan cuaca yang ekstrem.

Beberapa hari lalu, sebuah rumah ludes terbakar habis karena tersambar petir dan juga muncul angin puting beliung di Kecamatan Talisayan. Kepala Stasiun BMKG Berau, Tekad Sumardi mengatakan, angin puting beliung adalah satu fenomena yang umum terjadi di saat peralihan musim seperti sekarang.

“Angin puting beliung ini disebabkan hembusan angin kencang dari awan cumulonimbus (awan Cb) di daerah-daerah yang memiliki tingkat kelembapan yang rendah. Kelembapan rendah ini karena efek musim kemarau,” jelasnya.

Baca: Fasilitas Pulau Kakaban Rusak Parah Diterjang Puting Beliung

Tekad Sumardi mengatakan, cuaca ekstrem seperti ini bisa saja terjadi dalam rentang waktu yang cukup lama. Pasalnya, peralihan musim kemarau ke musim penghujan, diprediksi akan terjadi  sepanjang bulan Oktober hingga November 2018.

“Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi munculnya angin puting beliung. Fenomena ini bisa muncul di mana saja. Tidak hanya di darat, tapi juga bisa muncul di laut. Khususnya di wilayah pesisir dengan dataran rendah,” ujarnya.

Angin puting beliung memiliki kekuatan yang sangat besar untuk menghancurkan bangunan atau mencabut pepohonan di sekitarnya. Material yang tersedot dalam pusaran angin ini bisa melenting menjadi proyektil yang mematikan.

“Karena itu, kami mengimbau masyarakat yang melihat puting beliung segera menjauh. Jangan justru mendekat hanya untuk mengambil gambar (foto maupun video). Menghindar saja demi keselamatan,” tegasnya.

Baca: Mengapa Oktober Ini Cuaca Panas Sekali di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta? Ini Penjelasan BMKG

Demikian pula dengan ancaman petir yang biasanya muncul saat cuaca ekstrem. Sepanjang tahun 2018 ini saja, ada dua rumah yang rusak berat akibat disambar petir. Berdasarkan laporan, setidaknya sudah ada 3 orang warga Talisayan yang tersambar petir.

“Hindari berteduh di bawah pohon, dan juga tempat terbuka seperti sawah atau lapangan dan jauhi tiang atau menara,” kata Tekad Sumardi.

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Januar Alamijaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved