Gempa dan Tsunami Sulteng

Polisi Pastikan Samarinda tak Jadi Lokasi Pelarian Napi Sulteng

Kepolisian mamastikan hingga saat ini Samarinda tidak dijadikan sebagai tempat pelarian narapidana asal Sulawesi Tengah

Polisi Pastikan Samarinda tak Jadi Lokasi Pelarian Napi Sulteng
Kebakaran di Rumah Tahanan Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018) pasca kerusuhan tahanan. Kerusuhan dipicu permintaan narapidana dan tahanan dibebaskan untuk menemui keluarga yang terkena musibah gempa tidak dipenuhi. Sekitar 100 tahanan dikabarkan melarikan diri.(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO) 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kepolisian mamastikan hingga saat ini Samarinda tidak dijadikan sebagai tempat pelarian narapidana asal Sulawesi Tengah (Sulteng) pasca kaburnya narapidana saat gempa dan tsunami 28 September silam.

Hal itu disampaikan Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto. Pimpinan kepolisian di Samarinda itu menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya narapidana asal Sulteng yang kabur ke Samarinda.

Kendati demikian, pihaknya tetap siaga dan memperketat pintu pintu masuk ke Samarinda, dengan melakukan pengecekan, serta pemeriksaan terhadap pendatang.

Baca: Menumpang Kapal Kayu, Pengungsi Asal Sulteng Tiba di Berau

"Hingga saat ini belum ada, kalau bisa jangan sampai ada," ucapnya, Selasa (23/10/2018).

"Untuk pengamanan di pintu masuk Samarinda tetap kita lakukan, seperti di pelabuhan dan akses lainnya," tambahnya.

Lanjut dia menjelaskan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kanwil Kemenkum HAM Kaltim terkait dengan data narapidana yang kabur dari tahanan, serta Dit Tahti Polda Kaltim.

"Semua pihak terkait sudah kita lakukan koordinasi untuk antisipasi," jelasnya.

Baca: Sebanyak 41 Pengungsi Sulteng Tinggal di Kelurahan Baru Ulu, Ini Bentuk Dukungan Pemerintah

Untuk diketahui, akibat gempa dan tsunami yang terjadi, narapidana yang terdapat disejumlah Lembaga Pemasyarakatan serta rumah tahanan melarikan diri.

Selain narapidana di Lapas Klas II A Palu, juga terdapat narapidana di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), Lapas Perempuan (LPP) Palu, Rutan Palu, Rutan Donggala dan cabang Rutan Parigi yang hingga saat ini jumlahnya masih ratusan narapidana yang belum menyerahkan diri maupun diamankan.

Baca: Pengungsi Berangsur Pulang ke Sulteng, Ini Pesan Mereka pada Warga Samarinda

Samarinda menjadi salah satu kawasan terdekat dari Sulteng, bukan tidak mungkin narapidana kabur ke Samarinda. Hal itulah yang membuat kepolisian dan TNI melakukan penjagaan di akses masuk Samarinda. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved