Gempa dan Tsunami Sulteng

Usai Bencana, Dirjen PAS Apresiasi Seorang Napi Seumur Hidup yang Mau Sukarela Kembali ke Lapas

Kemenkumham telah mengajukan permohonan kepada Polri terkait penetapan status daftar pencarian orang (DPO) bagi napi yang masih kabur.

Usai Bencana, Dirjen PAS Apresiasi Seorang Napi Seumur Hidup yang Mau Sukarela Kembali ke Lapas
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Puing bangunan di Perumnas Balaroa akibat gempa bumi yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia. 

Usai Bencana, Dirjen PAS Apresiasi Seorang Napi Seumur Hidup yang Mau Sukarela Kembali ke Lapas

TRIBUNKALTIM.CO - Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami meninjau kembali lapas di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (27/10/2018).

Dalam tinjauannya, ia menyampaikan hingga saat ini 1.092 orang narapidana telah kembali ke tahanan dari total 1.670 orang narapidana.

Sementara, sisanya yang berjumlah 578 orang lagi belum kembali dan terhitung masih kabur dari tahanan.

Adapun pihaknya telah mengajukan permohonan kepada Polri terkait penetapan status daftar pencarian orang (DPO) bagi yang masih kabur.

"Kementerian Hukum dan HAM telah mengajukan permohonan kepada pihak Polri, penetapan status DPO bagi narapidana dan tahanan yang belum kembali pada batas waktu yang telah ditentukan, tanggal 26 oktober 2018," ujar Sri, dalam keterangannya.

Datangi Korban Gempa Palu di Samarinda, Rombongan UWGM Berikan Bantuan Ini

Kisah Ramna, Korban Gempa Palu yang Selamat dari Likuefaksi, Selamat Karena Dimuntahkan Bumi

Sri juga sempat menyampaikan apresiasinya kepada salah seorang narapidana yang divonis seumur hidup.

Hal itu terjadi karena yang bersangkutan secara sukarela kembali ke lapas usai bencana alam melanda di Palu.

Selain itu, kedatangan Sri juga untuk memastikan pelayanan dasar dan penegakan hukum dapat berjalan kembali.

"Kami hadir kembali ke Palu, untuk melihat kondisi layanan dasar, layanan hukum lapas dan rutan yang terdampak gempa tsunami, 28 september 2018 yang lalu," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved