Gubernur Kaltara Irianto Lambrie Sebut UMP 2019 Kaltara akan Tertinggi di Kalimantan, Ini Nominalnya

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) telah menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2019 sebesar 8,03 persen.

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie Sebut UMP 2019 Kaltara akan Tertinggi di Kalimantan, Ini Nominalnya
tribunkaltim.co/muhammad arfan
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie 

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie Sebut UMP 2019 Kaltara akan Tertinggi di Kalimantan, Ini Nominalnya

Laporan wartawan Tribunkaltim.co Muhammad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) telah menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2019 sebesar 8,03 persen.

Angka kenaikan itu merupakan kombinasi antara tingkat inflasi nasional 2,88 persen dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto sebesar 5,15 persen tahun 2018.

Dengan ketetapan tersebut praktis besaran UMP Kalimantan Utara tahun 2019 mendatang sebesar Rp 2.765.463. UMP tahun 2018 sebesar Rp 2.559.903.

UMP Kaltim 2019 Perkirakan Naik Rp 200 Ribu, Penetapan Tunggu SK Gubernur

Serikat Pekerja Ingin UMP Kaltim Digenapkan jadi Rp 3 Juta, Ini Tanggapan Pengusaha

Jelang Penetapan, KSPSI Kaltim Usulkan UMP 2019 Rp 2,6 Juta hingga 3 Juta

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengatakan, sebelumnya Kementerian Tenaga Kerja telah mengeluarkan  Surat Edaran (SE) tertanggal 16 Oktober 2018 Nomor B.240/M.NAKER/PH19SK-UPAH/X/2018 tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Tahun 2018.

Data inflasi dan pertumbuhan ekonomi tersebut tuturnya berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS).

UMP tahun 2019 di setiap provinsi rencananya akan ditetapkan oleh secara serentak oleh Gubernur se-Indonesia 1 November nanti.

"Kita akan proses dan tetapkan. Batas waktunya sampai tanggal 1 November," ujar Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, Minggu (28/10/2018).

Besaran UMP tahun depan tersebut lanjutnya, kemungkinan akan menjadi UMP tertinggi di regional Kalimantan.

Pasalnya jika mengacu pada penetapan kenaikan tersebut, maka UMP Kalimantan Timur hanya akan mencapai Rp 2.747.560, Kalimantan Selatan Rp 2.651.781, Kalimantan Tengah Rp 2.615.735, dan Kalimantan Barat Rp 2.211.266.

11 Pos Lintas Perbatasan Akan Dibangun pada 2019, Terbanyak Ada di Provinsi Kaltara

Gubernur Kaltara Targetkan Seleksi Direksi 2 BUMD Tuntas 3 Bulan

4.451 Berkas CPNS Pemprov Kaltara sudah Diverifikasi, Pelamar Dokter Spesialis Baru 4 Orang

"Tahun 2016, UMP kita juga sempat di atas provinsi induk," kata Irianto Lambrie.

Kenaikan UMP tahun 2019 diharapkan Irianto bisa memberi tambahan penghasilan kepada masyarakat khususnya karyawan perusahaan untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Kebutuhan hidup layak masyarakat semakin tahun semakin bertambah nilainya. Peningkatan kebutuhan itu disebabkan karena kenaikan harga bahan, inflasi, dan pertambahan penduduk," sebutnya.

Sebelumnya ia mengatakan, semua pihak dapat saling diuntungkan agar roda perekonomian tetap berjalan. Utamanya, kata Irianto, pihak perusahaan harus memahami bahwa karyawan adalah aset yang sangat penting.

Namun sebaliknya, jika perusahaan hanya mampu mengupah sesuai dengan UMR (Upah Minimum Regional), tidak boleh dipaksakan karena cenderung akan membuat perusahaan bankrut. Jika bankrut, itu pasti menimbulkan PHK," katanya.

Di beberapa negara maju tuturnya, banyak karyawan rela tidak digaji jika kondisi keuangan perusahaan sedang menurun. Mereka cenderung menggenjot produksi.

Saksikan Duel Pemain Legendaris, Irianto Lambrie Tiba di Stadion Batakan

Kenang Masa Kecil, Irianto Lambrie Kangen Tangkap Kepiting dan udang di Balikpapan

"Jika sudah untung, karyawannya bisa menerima gaji  yang lumayan besar. Itu banyak perusahaan seperti itu di Jepang. Jadi perusahaan itu mereka anggap milik bersama," ujarnya.

"Sebaliknya pimpinan perusahaan tidak boleh untung sendiri, karena pegawai itu aset dia. Di pemerintahan juga begitu, PNS tuntut kenaikan gaji, tidak bisa kalau kemampuan keuangan negara kita tidak sanggup," tambahnya.

(*)

Follow Instagram tribunkaltim

Subscribe Official YouTube Channel tribunkaltim, klik di SINI

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved