Jalan Beraspal Mulus, Sesuatu yang Baru Bagi Warga Mahulu

Selama ini kondisi geografis Mahakam Ulu masih banyak hutan, akses jalan layaknya di perkotaan pada umumnya merupakan barang yang langka.

Jalan Beraspal Mulus, Sesuatu yang Baru Bagi Warga Mahulu
Tribun Kaltim/Budi Susilo
Kondisi jalan raya di daerah Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun, yang aspalnya baru tergarap sebagian saja. Ruas jalan ini juga bisa menghubungkan ke arah Kabupaten Kutai Barat. Foto diambil pada Minggu (21/10/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Mahakam Ulu atau yang biasa orang sebut dengan singkatan Mahulu, merupakan sebuah kabupaten termuda di Provinsi Kalimantan Timur. Pemekaran kabupaten ini berlangsung sejak tahun 2013, yang saat itu induknya berpangku pada Kabupaten Kutai Barat.

Angin desentralisasi yang telah berhembus ke Mahakam Ulu, mulai dilakukan berbagai upaya penataan dan inovasi pembangunan.

Satu di antaranya pembukaan jalan dan pemulusan jalan yang menggunakan aspal, dan ada juga beberapa jalan beton.

Hal ini terpantau Tribunkaltim.co di daerah Ujoh Bilang, Rabu (31/10/2018), yang merupakan kawasan ibukota Kabupaten Mahakam Ulu, sudah ada dibuat ruas jalan yang luas, mampu memuat banyak hingga empat kendaraan roda empat ukuran besar.

Baca: Hampir 200 Ribu Keluarga di Kaltim Belum Punya Rumah

Paling banyak kondisi jalan yang luas ini belum secara keseluruhan diaspal. Satu di antaranya, ruas jalan yang menuju ke Rumah Sakit Pratama Ujoh Bilang, sebagian besar situasinya masih bertanah merah dan berbatu kerikil kecil.
Bagi masyarakat yang lahir dan lama tinggal di Mahakam Ulu, kondisi jalan aspal merupakan hal yang baru.

Selama ini kondisi geografis Mahakam Ulu masih banyak hutan, akses jalan layaknya di perkotaan pada umumnya merupakan barang yang langka.

Satu di antaranya, ini terungkap oleh seorang warga Kampung Long Melaham, Nyangun Aluy (43), saat bersua dengan Tribunkaltim.co di lapangan Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, menuturkan, selama lahir dan tinggal di Mahakam Ulu dan belum menjadi kabupaten tersendiri belum pernah melihat ada jalan yang beraspal.

“Baru-baru ini saja ada dibuat jalan yang beraspal. Bagus. Senang juga. Bisa lihat langsung ada jalan yang sudah mulai di aspal,” ungkap pria yang sehari-harinya bekerja sebagai petani kebun karet ini.

Baca: Ngaku Punya Dana Hibah Keraton Rp 63 Milyar, Dua Penipu Ini Catut Nama Kapolda untuk Yakinkan Korban

Selama masih belum jadi kabupaten tersendiri, jalan yang beraspal di Mahakam Ulu itu tidak ada, susah ditemukan, apalagi jalan-jalan yang masuk ke arah perkampungan pelosok.

Halaman
123
Penulis: Budi Susilo
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved