Segera Bangun PLTA, KHE-Powerchina Tandatangani Kontrak, Ini Harapan Gubernur Kaltara

Keinginan sejak lama terealisasinya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kalimantan Utara mendekati kenyataan.

Segera Bangun PLTA, KHE-Powerchina Tandatangani Kontrak, Ini Harapan Gubernur Kaltara
HO/Humas
Mr Ji Xiaoyong, Executive Vice President Asia Fasific Powerchina International Group Limited dan pimpinan PT KHE Andrew Suryali, menandatangani perjanjian kontrak untuk pembangunan PLTA Kayan disaksikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie dan Kepala Staf Presiden Jenderal TNI Purn Moeldoko, Rabu (31/10). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Keinginan sejak lama terealisasinya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kalimantan Utara mendekati kenyataan. Bertempat di Ruang Kerja Kepala Staf Presiden RI, Rabu (31/10) telah dilakukan perjanjian kontrak antara PT Kayan Hydro Energi (KHE) dengan Powerchina International Group Limited, perusahaan BUMN dari China.

Kerjasama kontrak antara PT KHE dan Powerchina dalam rangka pembangunan PLTA di Sungai Kayan, Kabupaten Bulungan. Penandatanganan disaksikan langsung Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie dan Kepala Staf Presiden RI, Jenderal TNI Purn Moeldoko mewakili pemerintah.

"Penandatanganan kontrak ini menjadi langkah awal, menandai dimulainya pembangunan fisik bendungan Kayan I untuk PLTA dengan kapasitas 900 megawatt," kata Irianto usai penandatanganan kontrak tersebut.

Baca: Posisi Kotak Hitam Terdeteksi, Sayap dan Mesin Lion Air JT 610 Juga Ditemukan

Sesuai kesepakatan tadi, kata Gubernur, direncanakan akhir tahun ini atau dalam waktu satu-dua bulan ke depan, sudah akan dimulai dengan mobilisasi alat ke lokasi pembangunan bendungan, yakni di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan. Direncanakan juga, Februari 2019 mendatang akan dimulai pembangunan konstruksinya.

"Insya Allah, kalau tidak ada halangan nanti Bapak Presiden Jokowi akan hadir menyaksikan awal pembangunan konstruksi bendungan ini," kata Gubernur. Selain pembangunan bendungan PLTA, Powerchina, sebagai salah satu perusahaan BUMN di China juga akan berinvestasi di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI).

"Sesuai bidangnya, mereka akan berinvestasi sektor listrik. Untuk pengalaman atau track record perusahaan ini, tidak diragukan. Hampir seluruh PLTA di China merupakan hasil dari mereka. Termasuk Three Gorges yang merupakan bendungan terbesar di China. Bahkan juga telah dibangun beberapa bendungan di negara lain," ungkapnya.

Disinggung mengenai perizinan, Irianto mengatakan semua sudah klir. Termasuk izin keamanan bendungan dari Komisi Keamanan Bendungan di bawah Kementerian PUPR. "Tinggal melengkapi beberapa yang belum, namun bukan hal yang prinsip. Sehingga sudah bisa dimulai pembangunannya," kata Gubernur.

Baca: Teknologi Baru Speaker Polytron, Dengerin Musik dari Berbagai Ruangan, Ada Fitur Spotify Connect

Dijelaskan, sesuai keterangan Mr Ji Xiaoyong, Executive Vice President Asia Fasific Powerchina International Group Limited, dalam pengerjaan bendungan nanti dilakukan melalui China Hydro-perusahaan di bawahnya. Tak hanya itu, nantinya dimungkinkan juga bakal melibatkan beberapa perusahaan lokal, termasuk BUMN di Indonesia.

Gubernur Irianto menyebutkan, nilai investasi pembangunan PLTA ini cukup tinggi. Untuk tahap pertama (Kayan I) dengan kapasitas 900 megawatt diinformasikan, nilai kontraknya mencapai sekitar USD 2,2 miliar atau sekira Rp 33 triliun (dengan nilai kurs Rp 15.000 per USD) ini.

"Kita semua patut bersyukur. Karena keinginan kita bersama untuk membangun PLTA yang akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara ini, insya Allah akan segera terwujud," kata Gubernur.

"Saya juga mengajak, kepada seluruh pemangku kepentingan, tokoh masyarakat, dan utamanya kepada masyarakat memberikan doa dan dukungan untuk kelancaran pembangunan. Semua ini tidak akan berjalan dengan lancar, tanpa ada dukungan dari masyarakat. Terpenting juga, masyarakat saya harapkan jangan mudah terpancing provokasi yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab," ujarnya.

Baca: Kasus Joki CPNS di Makassar, Pelindo IV Bantah Punya Pegawai Dokter

Ditegaskan Gubernur, pembangunan PLTA ini, pada dasarnya adalah untuk kepentingan masyarakat juga, untuk kesejahteraan masyarakat. Jika nantinya selesai dibangun, yang akan menikmati adalah masyarakat. "Kalau listrik sudah ada, investasi jalan. Otomatis tenaga kerja terserap, ekonomi masyarakat tumbuh, dan akhirnya kesejahteraan masyarakat yang didapat," kata Irianto lagi.

Di lokasi PLTA yang ditargetkan akan selesai pembangunannya dalam waktu 5 tahun ini, tambah Gubenur, nantinya akan dijadikan sebagai sebuah kota kecil baru. Di kawasan ini, nantinya akan dilengkapi berbagai sarana, seperti pasar, hotel, rumah sakit dan sarana publik lainnya.

Disinggung mengenai isu tenaga kerja yang kadang sering menimbulkan polemik, Gubernur menegaskan, bahwa tenaga kerja yang digunakan tetap mengutamakan tenaga kerja lokal. Tentunya yang memiliki kemampuan dan telah tersertifikasi.

"Untuk penggunaan tenaga kerja asing, baik yang dari China maupun dari negara lain, saya sudah sampaikan, agar hanya khusus untuk tenaga-tenaga ahli yang memang di tempat kita belum ada," imbuhnya. (adv/hms)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved