Festival Ekonomi Syariah 2018

Festival Ekonomi Syariah Resmi Dibuka Mulai Hari Ini

Dengan menguatkan Ekonomi Syariah, Indonesia menjadi salah patokan industri halal di dunia.

Festival Ekonomi Syariah Resmi Dibuka Mulai Hari Ini
TRIBUN KALTIM
Wiwiek Sisto Widayat Kepala Regional III Bank Indonesia memberikan plakat penghargaan kepada walikota Balikpapan Rizal Effendi dalam kegiatan panel discussion Penguatan Ekonomi Syariah Melalui Pengembangan Regional Halal Value Chain dengan tema “Arus Baru Ekonomi : Penguatan Ekonomi Syariah Melalui Pengembangan Regional Halal Value Chain”. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Festival Ekonomi Syariah atau FESyar Bank Indonesia Kawasan Indonesia Timur dimulai hari ini. Meskipun pembukaan acara berlangsung sehabis sholat Jumat, tapi sejak pagi acara sudah dimulai dengan Panel Discussion berjudul Penguatan Ekonomi Syariah melalui Pengembangan Regional Halal Value Chain.

Sebelum memulai panel diskusi ini, acara dibuka dengan sambutan oleh Kepala Departemen Regional III Bank Indonesia Wiwiek Sisto Widayat. Dalam sambutannya dia mengatakan perekonomian konvensional yang saat ini terpengaruh terhadap kebijakan ekonomi Amerika Serikat.

Dari situlah suasana ekonomi dunia saat ini begitu besar pengaruhnya terhadap perekonomian Indonesia. Sehingga menurutnya ekonomi dunia masuk dalam kondisi tidak normal.

"Itu berpengaruh terhadap nilai tukar negara lain," katanya. Meskipun begitu Indonesia patut bersyukur karena tidak terpengaruh begitu besar terhadap korosi ekonomi dunia saat ini.

Pertumbuhan ekonomi diatasnya lima persen. Pertumbuhan ekonomi cukup tinggi dibandingkan kondisi ekonomi di negara lain. Triwulan lalu bisa mencapai 5,27 persen.

Kemudian sektor sumber daya alam menjadi faktor kondisi perekonomian di kawasan Indonesia bagian timur berpengaruh. Dari situ Wiwiek memperhatikan agar ekonomi kawasan timur tidak terfokus dengan pertambangan.

Menurutnya ekonomi syariah menjadi sumber ekonomi baru. Indonesia secara umum masuk ke dalam 10 besar ekonomi syariah. Dengan total depending di tahun 2017 mencapai 218 juta US dolar. "Pangsa ekonomi syariah sudah mencapai 25 persen," kata Wiwiek.

Maka dari itu muncullah ide atau gagasan menciptakan sebuah perekonomian syariah. Salah satu wujud perekonomian syariah adalah wisata halal. Ini sudah terlihat dari beberapa daerah seperti Lombok yang mengembangkan potensi wisata halal.

Salah satu potensi wisata halal adalah adalah fashion dan kerajinan kreatif yang harus dikembangkan. Pilar edukasi mencakup ekonomi syariah antara pelaku usaha bersama pesantren.

"Berapa tahun terkahir BI mendorong bagaimana pertumbuhan ekonomi syariah lebih cepat lagi. Di beberapa sektor seperti pertanian, perikanan dan lapangan usaha di beberapa pesantren," kata Wiwiek.

Ia berharap Indonesia menjadi salah patokan industri halal di dunia. Kita jangan kalah dengan negara lain yang sudah masuk di industri syariah. "Bahkan kita jangan mau kalah dengan negara non muslim seperti Tiongkok, Australia dan Great Britain. Bisa jadi satu ekonomi syariah di kawasan," katanya.

Setelah sambutan dari Wiwiek kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan plakat kepada Walikota Balikpapan Rizal Effendy, Dona Dayang Faroek Ketua Kadin Kaltim, Vivi Zubedi International modest fashion designer dan Kepala Divisi dari Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Bambang Himawan.

Dilanjutkan dengan panel Discussion dengan judul penguatan ekonomi syariah Melalui pengembangan regional halal value chain melalui keempat narasumber yang disebutkan tadi. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan FESyar di atrium Pentacity pukul 2 siang. (*)

Penulis: Jino Prayudi Kartono
Editor: M Abduh Kuddu
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved