Edisi Cetak Tribun Kaltim

Badan Pesawat Lion Air PK-LQP Sudah Hancur Berkeping - keping

Tim SAR dari TNI-AL berhasil menemukan badan, mesin dan roda pesawat Lion Air PK-LQP di perairan Tanjung Pakis, Karawang

Badan Pesawat Lion Air PK-LQP Sudah Hancur Berkeping - keping
Tribun Kaltim

Badan Pesawat Lion Air PK-LQP Sudah Hancur Berkeping - keping

TRIBUNKALTIM.CO - Tim SAR dari TNI-AL berhasil menemukan badan, mesin dan roda pesawat Lion Air PK-LQP di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. Namun, bentuk badan pesawat Boeing 737 Max 8 itu sudah hancur, tinggal berupa keping-keping dan puing-puing.

Badan pesawat yang ditemukan tim penyelam berbentuk serpihan, keping- kepingan bedna. Sementara, sayap atau ekor pesawat belum ditemukan hingga saat ini.

"Badan pesawat sudah ditemukan tapi masih berupa puing-puing. Badan pesawat itu tersebar di titik-titik yang berbeda dalam bentuk puing. Badan pesawatnya itu ya reruntuhan, sama seperti kalau diambil evakuasi, diturunkan, kan hampir berantakan gitu. (Sayap dan ekor) belum ditemukan," kata Panglima Koarmada I, Laksamana Muda TNI Yudo Margono di Pos SAR Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/11).

Baca: Verifikasi Data Belum Dimulai, KNKT Masih Bersihkan Black Box Pesawat PK-LQP Lion Air JT 610

Bagian mesin pesawat berukuran panjang 3 meter ditemukan tim penyelam Komando Pasukan Katak (Kopaska). Posisi mesin pesawat masih di bawah di dasar laut. "Tapi sudah diberi tanda oleh tim kita ya karena ini memang berat harus membutuhkan crane," kata Yudo.

"Itu mesin pesawat yang biasa kita lihat di bawah sayap. Kondisinya sudah tidak utuh. Keadannya juga sudah tidak terbungkus mungkin karena terkena arus laut," ujar Yudo.

Hingga kemarin, mesin pesawat masih berada di dasar perairan. Proses pengangkatannya masih menunggu bantuan crane dari Badan SAR Nasional. Mesin pesawat itu akan diangkut ke Pelabuhan JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pesawat Lion Air JT 610 rute Cengkareng-Pangkal Pinang jatuh Senin pagi, awal pekan ini.

Adapun Landing gear roda ditemukan Dinas Penyelamatan Bawah Air Koarmada I, berjarak 400 meter dari dugaan awal jatuhnya pesawat di perairan Tanjung Pakis, Karawang. Roda pesawat sudah dinaikkan penyelam, dan diangkut ke darat.

Tim SAR gabungan masih terus mencari badan pesawat yang masih berada di dasar laut sekaligus mencari bagian satu bagian lagi black box pesawat.

Kepala Balai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) M Ilyas mengatakan, tingginya lumpur jadi kendala pencarian cockpit voice recorder (CVR), bagian lain dari black box atau kotak hitam pesawat Lion Air JT 610 yang belum ditemukan.

Baca: Hotman Paris Sarankan Setiap Korban Jiwa Lion Air PK-LQP Ajukan Gugata Rp 1 Triliun

Ia mengatakan, lumpur yang cukup tinggi mengakibatkan sinyal cvr jadi lemah dan sulit dideteksi. Diduga, CVR tenggelam di dasar laut yang berlumpur sehingga menyulitkan pencarian.

"Masalahnya kan lumpur. Lumpurnya setinggi lutut di bawah," ujar Ilyas. Ilyas mengatakan tetap berusaha maksimal untuk mencari sinyal CVR.

Tim SAR gabungan juga mencari korban pesawat. Selama lima hari ini, tim SAR gabungan berhasil menemukan beberapa puing-puing pesawat Lion Air. Mulai dari kotak hitam yang diduga Flight Data Recorder (FDR), tempat duduk penumpang hingga pecahan body pesawat tersebut.

Pesawat dengan tipe B737-8 Max terbang dari Bandar Udara Soekarno Hatta Banten menuju Bandar Udara Dipati Amir di Pangkal Pinang.

Baca: Verifikasi Data Belum Dimulai, KNKT Masih Bersihkan Black Box Pesawat PK-LQP Lion Air JT 610

Pesawat mengangkut 189 orang penumpang dan kru, dilaporkan telah hilang kontak pada 29 Oktober 2018 pada sekitar pukul 06.33 WIB. Pesawat terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E. (tribunnews.com/sen/yud/rez)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved