Festival Ekonomi Syariah

BI Beri Bantuan Sarana Pendidikan ke Beberapa Ponpes di Kaltim

Untuk memajukan sebuah bangsa, maka dimulai dengan memajukan pendidikan. Maka dari itu BI memberikan bantuan pendidikan untuk pondok pesantren.

BI Beri Bantuan Sarana Pendidikan ke Beberapa Ponpes di Kaltim
TRIBUN KALTIM
Para pejabat BI, perwakilan pesantren dan masyarakat ekonomi syariah berfoto bersama sebelum memberikan bantuan ke beberapa pesantren di Pondok Pesantren Hidayatullah, Sabtu (3/11). 

BALIKPAPAN - Di hari kedua kegiatan FESyar 2018 Bank Indonesia menyambangi pondok pesantren Hidayatullah Gn. Tembak Balikpapan Timur, Sabtu (3/11/2018). Kegiatan ini merupakan bentuk bantuan langsung oleh BI kepada beberapa pondok pesantren dan masyarakat ekonomi syariah di area pesantren.

Sekitar satu jam dari kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menuju pesantren. Awak media pun mulai berangkat dari kantor BI sekitar pukul 6.30. Kondisi cuaca mendung yang disertai sedikit hujan rintik-rintik tidak menghentikan kegiatan tersebut. Para pejabat BI pun tiba di lokasi yang disambutnya dengan musik rebana.

Sebelum memberikan bantuan secara simbolis, terdapat beberapa sambutan dari Ketua yayasan Hidayatullah Hamzah Akbar. Dalam sambutannya dia pun berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh pihak BI. Bahkan dia pun mengajak para pejabat BI untuk menjadi tamu dalam Milad ke-45 pesantren tersebut beberapa waktu mendatang.

"Kedepannya ponpes mendapatkan bantuan wtp dari menristek. 10 ribu dai dan daiah akan berkumpul untuk merayakan milad ponpes ke 45 tahun," katanya.

Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Suharman Tabrani mengatakan kegiatan ini berupa bantuan antara bentuk bantuan berupa sarana prasarana , buku, komputer dan renovasi bangunan. Hal tersebut juga diamini oleh Direktur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo.

Dia mengatakan untuk memajukan sebuah bangsa mulai terlebih dahulu dari pendidikan. Maka dari itu BI memberikan bantuan pendidikan berupa bantuan laboratorium seperti komputer, meja belasan dan bangku. "Beberapa pesantren juga mendapatkan bantuan berupa buku-buku pendidikan," katanya.

Ia pun juga mengatakan Festival Ekonomi Syariah tidak ini merupakan bentuk sosialisasi masyarakat seputar ekonomi syariah. Masih banyak sekali masyarakat awam berpikir ekonomi syariah hanya berfokus dengan zakat dan infaq saja. Tapi hampir semua lini pun bisa dimasuki oleh sistem perekonomian Islam tersebut. "Festival ekonomi syariah akan menjawab tantangan tersebut," katanya.

Setelah memberikan sambutan Dody memberikan bantuan secara simbolis ke beberapa pesantren yang ada di Kalimantan. Mulai dari pesantren Hidayatullah, Ponpes Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, ponpes Modern Asysyifa Balikpapan dan Ponpes Al-Husna.

Tiap-tiap ponpes mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. Seperti 50 set komputer untuk ponpes Hidayatullah, fasilitas tiga kelas untuk ponpes modern Asysyifa Balikpapan, revitalisasi tempat wudhu dan meja belajar di ponpes Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, 10 set PC beserta meja untuk ponpes Al-Husna dan beberapa pembagian secara simbolis lainnya.

"Pendidikan dan kemandirian. Bahkan bisa berkontribusi dan bermandiri terhadap masyarakat. Sisi pendidikan sudah pasti pendidikan merupakan salah satu faktor kemajuan bangsa. Masalah di negeri ini sumber daya manusia yang tingkat pendidikannya masih belum atas. Disitulah BI berkomitmen (terhadap) pendidikan bangsa," kata Dody.

Kemudian kegiatan FESyar pun juga terasa di Samarinda. Sebab di Sabtu paginya juga ada kuliah umum di IAIN Samarinda. Lalu di sore dan malam harinya ada kegiatan fashion show dari perancang busana Wignyo Rahadi. Kemudian dilanjutkan dengan talkshow yang diisi oleh Jenahara. Di Minggu malamnya diramaikan dengan konser Wali. (*)

Penulis: Jino Prayudi Kartono
Editor: M Abduh Kuddu
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved