UBT Ingin Buka Fakultas Kedokteran, Gubernur Kaltara dan Rektor Segera Temui Menteri

Universitas Borneo Tarakan (UBT) berencana menambah fakultas baru, yaitu Fakultas Kedokteran.

UBT Ingin Buka Fakultas Kedokteran, Gubernur Kaltara dan Rektor Segera Temui Menteri
Tribun Kaltim/M Arfan
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie didampingi Rektor UBT Adri Patron saat Rapat Senat Terbuka Wisuda XIX UBT di Tarakan beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co Muhammad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Universitas Borneo Tarakan (UBT) berencana menambah fakultas baru, yaitu Fakultas Kedokteran.

Namun, untuk menuju ke sana perguruan tinggi negeri di Kalimantan Utara itu akan meng-upgrade produksi lulusan D3 Fakultas Ilmu Kesehatan menjadi lulusan S1.

Rektor UBT Prof Adri Patron menjelaskan, rencana tersebut sangat didukung oleh Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie. Dalam waktu dekat Gubernur Irianto dan pihak kampus akan menghadap Menteri Ristek dan Dikti Mohammad Nasir.

Baca: Raih Penghargaan dari IIPG, Gubernur Irianto Disebut Berhasil Bangkitkan Kaltara

"Kita akan menghadap Pak Menteri untuk meminta agar D3 Fakultas Ilmu Kesehatan bisa kita tingkatkan menjadi S1," kata Prof Adri kepada Tribunkaltim.co, Selasa (6/11/2018).

"Pak Gubernur sudah siap bersama-sama kami. Tinggal menunggu waktu Pak Gubernur bersama Pak Menteri. Kami sudah menyiapkan ke arah sana (pengembangan Fakultas Ilmu Kesehatan)," ujarnya.

Fakultas Ilmu Kesehatan yang di-upgrade menghasilkan lulusan S1 lanjutnya akan menjadi cikal bakal hadirnya Fakultas Kedokteran. Jika telah memiliki Fakultas Kedokteran tuturnya, yang harus dilaksanakan lagi ialah memiliki Rumah Sakit Pendidikan.

"Di Kalimantan Utara ada banyak rumah sakit. Dan jika Pak Gubernur siap mempelopori RSUD Tarakan (milik pemprov) menjalin mitra dengan UBT, kami wajib mendukungnya," ujarnya.

"Jadi setelah kita meningkatkan dari D-III ke S1, baru kita fokus menjurus upaya pembentukan Fakultas Kedokteran," tambahnya.

Rencana peningkatan D-III ke S1 lanjut Adri pada dasarnya sudah disetujui Menteri Ristek dan Dikti.

"Pak Gub juga membicarakan itu langsung kepada Pak Menteri. Pak Menteri juga sudah oke. Jadi tinggal menunggu waktu lowong Pak Menteri dan Pak Gubernur. Mudah-mudahan bisa ada keputusan dalam waktu dekat," ujarnya.

Baca: Hadiri Seminar Internasional di Singapura, Gubernur Irianto Jajaki Kerjasama dengan Oracle

Jika peningkatan D-III ke S1 Fakultas Ilmu Kesehatan terealisasi dalam waktu dekat, maka kehadiran fakultas baru yaitu Fakultas Kedokteran di UBT bisa direalisasikan dalam kurun waktu antara 2019-2022.

"Kenapa sampai 2022, karena beberapa gedung yang kita siapkan seperti gedung laboratorium terpadu akan selesai tahun 2020. Kita juga masih membutuhkan SDM kedokteran. Tetapi Insya Allah kita akan lakukan tahap per tahap," ujarnya.

Fakultas Kedokteran sebut Adri sangat dibutuhkan di Kalimantan Utara dalam rangka peningkatan SDMdi bidang kesehatan. Untuk penyediaan tenaga dosen Fakuktas Kedokteran ke depan, UBT telah melakukan langkah-langkah sejak dini.

Baca: Gubernur Irianto Jadi Pembicara di San Fransisco, Isu Ini yang Diangkat

"Kita bekerjasama dengn beberapa Universitas. Contoh kita sudah bekerjasama Universitas Hasanuddin Makassar. Karena gerbang flight dari Tarakan ke Makassar itu memungkinkan dan cepat. Termasuk dari Universitas Mulawarman Samarinda," ujarnya. 

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved