Pelaksanaan Vaksin Rubella Baru 85 Persen, Wali Kota Balikpapan akan Lapor Jusuf Kalla

Pelaksanaan Vaksin MR di Kota Balikpapan dihentikan pertanggal 7 November 2018 kemarin. Namun baru sekitar 85 persen anak yang mendapatkan vaksin

Pelaksanaan Vaksin Rubella Baru 85 Persen, Wali Kota Balikpapan akan Lapor Jusuf Kalla
Tribun Kaltim/Fachmi Rachman
Petugas Kesehatan Memberikan Suntikan vaksin rubella kepada siswa di MTS Negri 1 Balikpapan 

TRIBUNKALTIM.CO - Pelaksanaan Vaksin MR di Kota Balikpapan dihentikan pertanggal 7 November 2018 kemarin. Namun baru sekitar 85 persen anak yang mendapatkan vaksin.

Padahal targetnya Pemkot harus 95 persen. Artinya pemberian pencegahan Rubella dan Measles (MR) di kota Balikpapan belum keseluruhan.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi akan melapor ke Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengenai hal tersebut. Karena dianggap masih banyak warga yang belum mendapatkan imunisasi. Terutama warga yang tinggal di Pondok Pasentren.

Baca: Pemberian Vaksin Rubella di Balikpapan Diperpanjang

"Beberapa pondok pesantren di kota Balikpapan diketahui tak ingin memberikan imunisasi MR kepada para santrinya. Nanti pada saat pembukaam Silaturahmi Nasional Hidayatullah akan disampaikan langsung kepada Wakil Presiden RI Jusuf Kalla," kata Rizal.

Rizal mengatakan, masih ada warga yang mempersoalkan hukum syariat Islam terkait imunisasi MR. Meski pun Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa mubah atau diperbolehkannya memberi imunisasi tersebut ke anak-anak.

"Kan sudah ada fatwa MUI Pusat. Masa pada saat pembahasan kyai dan ulama tidak membahas sampai ke sana. Tidak mungkin kah," ujar Rizal.

Rizal jugai menjelaskan, pada saat pemberian vaksin di Kota Balikpapan dibantu oleh MUI untuk meyakinkan, selain itu, Kementerian Kesehatan telah melakukan pembahasan dan penelitian atas dampak atau efek samping kesehatan ketika anak-anak diimunisasi MR.

"Jangan melihat efek sampingnya, memang ada satu dan dua anak yang sakit, tapi kan banyak yang sehat. Saat ini sudah 85 persen anak divaksin, biasanya usai vaksin itu ada yang efeknya demam," ujar Rizal.

Baca: Vaksin Rubella di PPU Hanya Capai 80,4 Persen, Ini Penyebabnya

Rizal pun menyampaikan, bahwa tidak mungkin pemerintah ingin mencelakakan rakyatnya.

"Imunisasi ini kan pakai uang negara juga, biayanya besar. Kan naif sekali, tidak masuk akal kalau masih diperdebatkan," tuturnya.

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved