Tekan Defisit Produksi Padi, Pemprov Galakkan Intensifikasi

Namun yang paling efektif dilaksanakan sebut Andi ialah intensifikasi produksi dari 3,7 ton per hektare menjadi 4 ton per hektare.

Tekan Defisit Produksi Padi, Pemprov Galakkan Intensifikasi
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD ARFAN
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie bersama Wabup Bulungan Ingkong Ala dan jajaran melakukan panen perdana di Desa Tanjung Buka, Kabupaten Bulungan, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Muhammad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kalimantan Utara masih akan dilanda defisit antara produksi padi dengan konsumsi sebesar 36,72 persen tahun ini.

Prediksi tersebut merupakan hasil kajian Badan Pusat Statistik.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Utara mengakui harus memutar otak agar kesenjangan produksi dan konsumsi dapat ditekan.

Salah satu upayanya adalah melakukan ekstensifikasi lahan.

"Ekstensifikasi di sini berarti kita lakukan penambahan luas sawah. Tetapi program pencetakan sawah tahun ini dihentikan. Mungkin tahun depan ada lagi program nasional pencetakan sawah bekerja sama dengan TNI," ujar Andi Santiaji Pananrangi, Kepala DPKP Kalimantan Utara kepada Tribunkaltim.co, Kamis (8/11/2018).

Namun yang paling efektif dilaksanakan sebut Andi ialah intensifikasi produksi dari 3,7 ton per hektare menjadi 4 ton per hektare.

DPKP sebutnya telah membelanjakan anggaran kurang lebih Rp 700 juta untuk pengadaan benih padi unggul yaitu padi Mekongga sebanyak 65 ton.

Baca juga:

Siap Hadapi Mayweather, Petarung Kickboxing Jepang Balas Ejekan Conor McGregor

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved