31 Warga Tewas di Lubang Tambang, Komnas HAM Kumpulkan Data dan Tindak Lanjuti Rekomendasi 2016

Korban ke-31 yang meninggal di lubang bekas tambang, Tenggarong, Kukar seorang bocah 13 tahun berinisial A.

31 Warga Tewas di Lubang Tambang, Komnas HAM Kumpulkan Data dan Tindak Lanjuti Rekomendasi 2016
TRIBUN KALTIM / ANDRIAS HILLBERT LAPIAN
Imelda Saragih dari Komnas HAM menyambangi Mapolda Kaltim di Balikpapan terkait kasus kematian di lubang tambang wilayah Kaltim yang berjumlah 31 kasus 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Andrias Hillbert Lapian

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Terkait 31 kematian warga di lubang bekas tambang di wilayah Kaltim sejak tahun 2011, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendatangi Markas Polisi Daerah (Mapolda) Kaltim, Jumat (9/11/2018).

Imelda Saragih, Kepala Bagian Dukungan Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, mengakui kedatangannya berkenaan dengan kasus lubang tambang tersebut.

Saat ditanya perihal berapa lama lagi ada langkah konkret yang diambil komnas HAM, Imelda menyatakan masih akan terus mengumpulkan data dari beberapa pihak yang lain.

“Kami kan gak bisa menyimpulkan di sini (Mapolda Kaltim), kami baru sebatas pemantauan lapangan dulu. Kalau yang di Pemprov kemarin (2016) kan baru pemantauan awal,” jelasnya.

Penelusuran Tribunkaltim.co, langkah sebelumnya yang dilakukan oleh Komnas HAM terkait kasus ini adalah mendatangi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2016.

Kala itu jumlah korban adalah 24 orang. Sedangkan 2018 ini jumlah korban sudah mencapai 31 korban dari lubang tambang yang tersebar di wilayah Kaltim.

Korban ke-31 yang meninggal di lubang bekas tambang, Tenggarong, Kukar seorang bocah 13 tahun berinisial A.

Imelda mengatakan bahwa tugas Komnas HAM hanya sebatas menindaklanjuti laporan dari masyarakat.

Ia mengatakan langkah-langkah konkret yang sudah dilakukan Komnas HAM adalah memeriksa hasil temuan, menemui pihak-pihak terkait, mengolah informasi, lalu hasilnya disampaikan ke pihak terkait.

“Untuk menindaklanjuti rekomendasi kami terkait lubang tambang tahun 2016 yang lalu. Kita memastikan sudah dilaksanakan atau belum, ini masih dalam proses pencarian data. Kami olah baru kami laporkan ke komisioner,” jelasnya. (*)

Penulis: Andrias Hillbert Lapian
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved