Soal Korban Lubang Tambang, Kadis ESDM Minta Perusahaan Tak Berkelit

"Kalau pidana kan jelas itu ranahnya kepolisian. Kita pelajari sanksi apa yang pas yang sesuai aturan," katanya lagi.

Soal Korban Lubang Tambang, Kadis ESDM Minta Perusahaan Tak Berkelit
IST_Aliansi Garuda Mulawarman
Mahasiswa menggelar mimbar bebas dan doa bersama untuk korban lubang tambang 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hasil investigasi Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, terkait tewasnya anak di lubang tambang pada konsesi PT BBE telah diserahkan kepada Gubernur Kaltim.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas ESDM Kaltim, Wahyu Widi Heranata, Jumat (9/11/2018).

Salah satu hasil investigasi tersebut menegaskan kejadian tersebut terjadi pada konsesi PT BBE. Namun bukan PT BBE yang menambang di lokasi tersebut.

Menurut Wahyu, dalam waktu dekat dirinya akan memanggil manajemen PT BBE.

Pada rapat bersama Gubernur beberapa hari lalu, kata Wahyu, Gubernur memerintahkan agar PT BBE diberi peringatan.

"Arahan Gubernur agar diberi peringatan," kata Wahyu.

Sementara, Dinas ESDM sendiri masih memelajari sanksi administrasi yang bisa dikenakan pada BBE.

"Kalau pidana kan jelas itu ranahnya kepolisian. Kita pelajari sanksi apa yang pas yang sesuai aturan," katanya lagi.

Kendati lubang tambang yang menewaskan Ari Wahyu Utomo, bocah berusia 13 tahun, bukan hasil galian BBE, menurut Wahyu, BBE tetap menjadi pihak yang harus bertanggung jawab.

Halaman
123
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved