Ternyata ini Penyebab Terbanyak Kasus Perceraian di Balikpapan

Dia mengatakan, dalam banyak kasus, wanitalah yang menjadi tulang punggung untuk menghidupi keluarga.

Ternyata ini Penyebab Terbanyak Kasus Perceraian di Balikpapan
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi perceraian suami istri 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, Christine

TRIBUNKALTIM.CO - Jumlah perkara yang ditangani Pengadilan Agama Balikpapan pada 2018 adalah 2.171 kasus dan sebagian besar adalah kasus perceraian.

Angka ini disampaikan oleh Rusinah, Hakim di Pengadilan Agama Balikpapan, ketika ditemui pada Jumat (9/11/2018) siang.

Perceraian, menurut Rusinah, biasanya terjadi akibat pertengkaran terus menerus antara kedua belah pihak. Penyebabnya beragam, dari munculnya pihak ketiga hingga ekonomi.

Baca: Kasus Korban Peminjaman Dana Online; Dipecat dari Pekerjaan, Bercerai, hingga Ancaman Pembunuhan

"Tapi, yang paling banyak adalah masalah ekonomi", tuturnya.

"Seringnya karena nafkahnya tidak cukup. Sehingga istri memutuskan bekerja, dan pada akhirnya menimbulkan kecurigaan pada suami, yang berujung pada perceraian"

Dia mengatakan, dalam banyak kasus, wanitalah yang menjadi tulang punggung untuk menghidupi keluarga.

"Kerap kali, dalam beberapa kasus ada suami yg di-PHK, lalu bermalas-malasan di rumah. Hal ini lah yang menimbulkan konflik, lalu berakhir pada perceraian", ungkapnya.

Baca: Sempat Ngotot Ingin Berpisah, Nikita Mirzani Cabut Gugatan Cerai dengan Dipo Latief

Rusinah menambahkan, kendati banyak halangan, pihaknya tetap aktif untuk membantu mediasi antar kedua belah pihak. 

"Kalau kedua belah pihak hadir, maka kami akan adakan mediasi dan perdamaian, agar perkaranya bisa dicabut", katanya.

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved