Polantas Jangan Geli dan Risih Dikoreksi Publik, Ini Sebabnya. . .

Dirlantas Polda Kaltim Kombes Pol Subandriya, mengomentari perilaku polisi lalu lintas yang tak menjalankan tugasnya di jalan.

Polantas Jangan Geli dan Risih Dikoreksi Publik, Ini Sebabnya. . .
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Operasi Zebra Mahakam 2018 mendekati garis finish. Dirlantas Polda Kaltim Kombes Pol Subandriya menyebut sekitar 7000 penindakan berupa tilang dikeluarkan jajarannya dalam operasi tersebut di Kaltim. 

Polantas Jangan Geli dan Risih Dikoreksi Publik, Ini Sebabnya. . .

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Di era terbuka saat ini polisi jangan risih dan geli bila dikoreksi masyarakat.

Hal itu disampaikan Dirlantas Polda Kaltim Kombes Pol Subandriya, mengomentari perilaku polisi lalu lintas yang tak menjalankan tugasnya di jalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Masyarakat sekarang komunikatif, zaman terbuka. Pak polisi jangan risih dan geli bila dikoreksi. Saya selaku pimpinan terbuka. Saya senang. Saya mohon maaf bila ada oknum polisi yang masih berbuat demikian," katanya.

Subandriya mengapresiasi masyarakat yang berani menegur aparat kepolisian di jalan, bila menemukan kejanggalan.

Apa Kelebihan dan Kekurangan Capres-Cawapres? Mahfud MD Sebut Kurang Berat Badan dan Ibu Negara

 

"Karena di internal kami juga ada aturannya. Pak polisi bukan superpower, superbody, mereka bisa kena sanksi manakala berbuat tak sesuai," tegasnya.

"Contoh, melanggar aturan, polisi ada di-punishment sampai dipecat," tambahnya.

Passing Grade Kurang 2 Poin, Peserta Tes CPNS 2018 Ini Menangis Meraung-raung

 

Subandriya turut mengimbau, apabila ditindak polisi maka warga punya hak mengetahui kesalahannya dengan benar.

10 Kata Mutiara Para Pahlawan yang Menginspirasi Generasi Milenial, Soekarno hingga Cut Nyak Dien

Sejarah Hari Pahlawan, Misteri Tewasnya Jenderal Mallaby jadi Pemicu Perang Surabaya 10 November

Kecewa dengan Kualitas Wasit, Mario Gomez Ingin Persib Bandung Bermain di Liga Lain

"Ketika seseorang melanggar trafic light, yang ditanya jangan STNK, tapi SIM. Kalau plat nomor gak ada, baru ditanya STNK. Makanya salah, polantas yang menegeur pengendara yang langgar rambu, tanyanya STNK," jelasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved