Yosef Gendong Buku Keluar Masuk Hutan, Beri Pelajaran dan Menjaga NKRI di Perbatasan Kaltara

Yosep (39 tanun), musim tanam dan panen juga pertanda baginya pergi meninggalkan perkampungan. Bukan mengolah tanah tapi membawa buku-buku.

Yosef Gendong Buku Keluar Masuk Hutan, Beri Pelajaran dan Menjaga NKRI di Perbatasan Kaltara
kompas.com
Yesef 

TRIBUNKALTIM.CO, KALTARA--Saat musim tanam dan panen tiba, warga Desa Sajau Hilir, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) pergi meninggalkan perkampungan. Orangtua, anak muda dan anak sekolah menghabiskan waktu mengolah ladang dan sawah.

Bagi Yosep (39 tanun), musim tanam dan panen juga pertanda baginya pergi meninggalkan perkampungan. Bukan untuk mengolah tanah tapi untuk membawa buku-buku bacaan.

TBM (Taman Baca Masyarakat) Gendong. Begitu orang desa menamai aktivitas Yosep. Disebut begitu, karena Yosep membawa buku dengan cara mengendong.

Ia memanfaatkan anjat. Dalam istilah Dayak, anjat merupakan keranjang dari bambu. Biasa digunakan untuk membawa barang-barang. Sudah 4 tahun Yosep melakoni peran TBM Gendong.

Ia adalah guru honor di SDN 005 Tanjung Palas Timur. Sekolah ini terletak dibalik rimbunan perkembunan sawit, sawah dan ladang.

Mengendong anjat, Yosef keluar masuk hutan memberi pelajaran dan membagikan buku kepada sisiwa siswi di Kaltara.
Mengendong anjat, Yosef keluar masuk hutan memberi pelajaran dan membagikan buku kepada sisiwa siswi di Kaltara. (kompas.com)

Dibutuhkan tiga jam melalui jalan meliuk dari Tanjung Selor, Ibu Kota Kaltara agar bisa tiba di Sajau Hilir. Kebanyakan siswa SD ini, merupakan anak pekerja kebun sawit dan mantan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) asal Malaysia.

Bantu mantan TKI membaca Yosep mengatakan, banyak mantan TKI yang kembali ke Sajau Hilir tidak bisa membaca. Sebuah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang ada desa, mencoba membantu mantan TKI agar bisa membaca. PKBM ini bernama Pelita Ilmu yang dipimpin Ludiah Lingling.

Yosep juga ikut bergiat di PKBM Pelita Ilmu ini. Baca juga: Literasi Pancasila dan Islam Kebangsaan Melalui program paket belajar, mantan TKI diajar dan didik membaca.

Mereka juga mengikuti ujian kesetaraan sehingga memiliki ijazah. Setelah bisa membaca, minat mantan TKI membaca meningkat.

”Masyarakat sering datang ke PKBM membaca buku, sambil menunggu anak mereka pulang sekolah,” tambah Yosep. Gendong buku ke ladang Akan tetapi jumlah pengunjung PKBM turun dratis ketika musim panen dan tanam tiba.

Halaman
123
Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved