Kemitraan Bisnis

Memasok Amplang ke Supermarket Kota-kota Besar di Indonesia, BDS Snack Perluas Kerjasama dengan JNE

Kualitas dan higienitas produk BDS Snack memang diakui pasar nasional karena telah mengantongi sertifikat mutu, merk, halal, bahkan SNI 7762-2013.

Memasok Amplang ke Supermarket Kota-kota Besar di Indonesia, BDS Snack Perluas Kerjasama dengan JNE
Tribun Kaltim/Fransina
Sri Astuty, Owner BDS Snack di ruang kerjanya di Bangsal Pengolahan Hasil Perikanan dan Kelautan PPI Manggar Baru Jl Rekreasi Lama RT 13 Kelurahan Manggar Baru, Kota Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Beragam trofi dan piagam penghargaan berjejer rapi di ruangan itu. Sebagian ditata di lemari khusus, sebagian lagi dipajang di dinding. Begitu pula foto momen-momen istimewa bersama tokoh-tokoh ternama, termasuk Presiden Joko Widodo. Semuanya ini bukti prestasi dan apreasiasi yang diraih BDS Snack, yang dirintis dan dimanajemeni Sri Astuty, Sang Owner.

Ruangan pertama di Bangsal Pengolahan Hasil Perikanan dan Kelautan PPI Manggar Baru, tepatnya di Jl Rekreasi Lama RT 13 Kelurahan Manggar Baru, Kota Balikpapan, merupakan kantor UKM Berdayakan Daerah Sekitar (BDS) Snack. Di bagian belakangnya terdapat rumah produksi.

Pesatnya perkembangan UKM BDS Snack  yang dikenal dengan produk amplang,  berawal dari kegigihan Sri Astuty.  Sinergi dengan pemerintah dan swasta diakuinya, sangat mempercepat grafik pertumbuhan usahanya. Salahsatunya melalui kerjasama dengan perusahaan jasa pengiriman dan logistik, PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE).

Tuty—begitu ia disapa-- memilih resign dari salahsatu department store terkemuka di Indonesia. Ia kemudian fokus pada passion-nya; berwirausaha. Tuty mengawalinya dengan usaha kuliner yang dijual ke beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta. Namun usaha itu tak bertahan karena bersamaan waktu merebak kerusuhan Mei 1998 yang menyebabkan mall sepi pengunjung.

Tuty dan Gustaf, suaminya, pun memilih kembali ke Kota Balikpapan tahun 2001.  Maklum, sebelumnya mereka pernah bekerja di Balikpapan. Mereka lalu berdomisili di perumahan Bukit Damai Sentosa 1 No. 18B Balikpapan. Di Kota Minyak inilah dirintis usaha kue kering dengan modal seadanya. Pemasarannya pun tradisional. Dititipkan di toko serta menawarkan kepada teman dan kenalan.

Seiring waktu, Tuty memilih usaha kerupuk ikan sebatas membeli kemudian menjualnya kembali. Respons pasar ketika itu sangat baik. Akhirnya, perempuan asal Palembang ini memilih belajar secara otodidak, lalu memproduksi sendiri kerupuk ikan yang berkualitas sesuai keinginan pasar.

Pada 2010, Tuty lebih fokus mengembangkan usaha pengolahan produk berbasis ikan seperti ikan tenggiri, ikan pipih atau ikan belida. Produknya berupa amplang, aneka kerupuk, pempek, abon, dan lainnya. Grafik penjualan bergerak naik, keuntungan pun berlipat. 

Dua tahun kemudian,  DBS Snack dipercaya untuk mengelola Bangsal Pengolahan Hasil Perikanan dan Kelautan milik Dinas Perikanan Balikpapan. Berlokasi di PPI Kelurahan Manggar semakin mempermudah BDS Snack mendapatkan bahan baku utama berupa ikan yang berkualitas.

Dengan tenaga kerja yang kini 18 orang ---sebelumnya hanya tiga orang--- produksi BDS Snack pun meningkat. Hasilnya mudah didapat  di supermarket di Balikpapan seperti Hypermart, Foodmart, Hero, Giant, Carrefour, dan toko oleh-oleh.

Tuty tidak berpuas diri. Mulai 2017 lalu, perempuan kelahiran Agustus 1969 ini berinovasi strategi marketing.  Tak lagi sebatas offline, namun merambah dunia online melalui kerjasama dengan JNE. Produk amplang  yang merupakan makanan khas di Balikpapan dijual di Pesona (Pesanan Oleh–Oleh Nusantara) JNE.

Halaman
123
Penulis: Fransina Luhukay
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved