Edisi Cetak Tribun Kaltim

Saksikan 'Surabaya Membara' dari Lintasan Kereta Setinggi 5 Meter, Bocah Kelas 3 SD Tewas

Drama kolosal bertajuk 'Surabaya Membara' untuk memperingati Hari Pahlawan, Jumat (9/11) malam, membawa tiga korban tewas.

Saksikan 'Surabaya Membara' dari Lintasan Kereta Setinggi 5 Meter, Bocah Kelas 3 SD Tewas
Tribun Kaltim
Tribun Kaltim 

Saksikan 'Surabaya Membara' dari Lintasan Kereta Setinggi 5 Meter, Bocah Kelas 3 SD Tewas

TRIBUNKALTIM.CO - Drama kolosal bertajuk 'Surabaya Membara' untuk memperingati Hari Pahlawan, Jumat (9/11) malam, membawa tiga korban tewas.

Erikawati (9), bocah kelas 3 SD, yang tewas terlindas kereta api, berada di lokasi naas tersebut karena terus merengek kepada orangtuanya agar diajak menonton drama kolosal 'Surabaya Membara'.

"Anak saya minta terus ingin nonton Surabaya Membara. Ia minta ke atas (viaduk) biar kelihatan," ucap Sahluki, ayah Erikawati, ketika ditemui di kamar jenazah RSUD dr Soetomo, Surabaya, Sabtu (10/11).

Di dekat lokasi diadakannya drama kolosal, Jl Pahlawan Surabaya, depan kantor Gubernur Jatim, memang terdapat jalan layang kereta api yang dikenal dengan sebutan viaduk. Di jalan kereta api yang tingginya sekitar 5 meter itulah sejumlah orang menonton drama kolosal.

Baca: Tiga Tewas dan 22 Luka-luka Tersambar Kereta Api Saat Saksikan Drama Kolosal di Viaduk Surabaya

Sahluki (41) bersama istri, Liana (37), dan Erikawati berangkat ke lokasi menggunakan sepeda motor dari rumahnya di Jl Kalimas Baru Nomor 62, Kota Surabaya.

Sampai di lokasi, sepanjang jalan sudah dipenuhi banyak orang.

Sahluki berinisiatif naik ke viaduk karena melihat banyak orang ada di tempat itu. "Di bawah sudah penuh, tidak kelihatan, lalu kami ke atas (viaduk)," kata Sahluki.

Ia tidak menyangka tindakannya menonton di viaduk itu justru berbuah petaka. Sahluki, istri, dan anaknya terjatuh ketika terjadi kepanikan saat ada kereta api dari arah Stasiun Gubeng menuju Stasiun Pasar Turi melintas di viaduk.

Sejumlah orang lainnya juga terjatuh dari viaduk. Naas, Erikawati terlepas dari pegangan ibunnya. Korban terseret gerbong kereta api hingga menderita luka parah di kepala. Erikawati meninggal di lokasi kejadian..

Halaman
1234
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved