Dansat Brimob Kaltim Ikut Bantu Korban Gempa, Bawa Logistik ke Desa Terisolir Pakai Trail

'Sekali Melangkah Pantang Menyerah'. Semboyan ini siap membakar semangat prajurit menjalankan misi di daerah konflik.

Dansat Brimob Kaltim Ikut Bantu Korban Gempa, Bawa Logistik ke Desa Terisolir Pakai Trail
IST
Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Mulyadi naik motor trail ikut mengantar bantuan korban gempa di desa terisolir, Sigi, Sulteng. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - 'Sekali Melangkah Pantang Menyerah'. Semboyan ini ibarat bensin, siap membakar semangat prajurit menjalankan misi di daerah konflik.

Bentrok dengan kelompok massa yang anarkis, berhadapan dengan moncong senjata kelompok separatis dan teroris merupakan tugas pasukan khusus kepolisian, korps Brigade Mobil (Brimob).

Keberhasilan menunaikan misi jadi harga mutlak bagi setiap prajurit Brimob. Tapi, tahukah, ada satu semboyan lagi yang diamalkan prajurit Brimob. 'Jiwa Ragaku demi Kemanusian'. Demikian ungkap Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Kaltim Kombes Pol. Mulyadi, sehari menjelang peringatan HUT ke 73 Brimob Polri.

"Artinya Brimob tak hanya dibutuhkan pada situasi darurat konflik, tetapi saat darurat musibah kami pun turun," tutur Mulyadi, Selasa (13/11) di ruang kerjanya.

Baca: Operasi Sedot Lemak Gagal di Klinik Jakarta Selatan, Wanita Ini Lapor Polisi

Implementasi semboyan tersebut benar dapat dirasakan. Beberapa waktu lalu bangsa ini ditimpa bencana alam besar. Nusa Tenggara Barat (NTB) diguncang gempa, disusul Sulawesi Tengah. Gempa, tsunami dan likuifaksi menelan daratan Palu, Sigi, dan Donggala.

Sebanyak 200 prajurit Brimob Polda Kaltim dikirim ke Lombok, NTB. Mereka menjalankan misi kemanusiaan. Bukan senjata yang mereka panggul. Rasa kemanusiaan mereka junjung. Evakuasi korban, memastikan keamanan, hingga normalisasi kawasan jadi tugas mereka di daerah bencana.

"Dua kompi Brimob Polda Kaltim terbang ke Lombok. Di Palu juga, walaupun dua kompi masih di Lombok. Karena Palu dekat dengan Kaltim, saya sampaikan Kapolda kita masih punya tenaga. Kita geser. Hari ini kita sampaikan, besok pagi berangkat. Padahal di Lombok belum selesai, kita kirim ke Palu. Logistik hingga kendaraan, BBM, bawa dari sini. Supaya tak merepotkan polda di sana," ungkapnya.

Saat itu keamanan jadi atensi pemerintah. Adanya penjarahan, lepasnya ratusan narapidana membuat kondisi wilayah rada mencekam. Belum lagi konflik horisontal antarwarga yang sempat berebut bantuan yang datang di tenda-tenda pengungsian. Saat itulah kehadiran Brimob menjadi angin segar. Pembawa ketenangan di tengah hiruk pikuk kepanikan masyarakat.

Baca: Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Berikut 6 Fakta tentang Peristiwa Tersebut

"Di sana sempat ada aksi rebutan makanan, supaya tak ribut kita turunkan patroli Brimob kuasai kota. Alhamdulillah, masyarakat merasa aman. Kami juga bantu distribusi makanan sampai ke desa yang putus dan terisolir. Itu kita suplay," katanya.

Perwira polisi melati 3 di pundak ini mengenang selama dua pekan berada di Sulawesi Tengah. Mata-mata penuh kekhawatiran dan kepanikan tergambar saat ia menginjakkan kaki di daerah bencana tersebut.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved