Terkendala Pasokan, Harga Bensin di Pedalaman Malinau Capai Rp 30 Ribu/Liter

Anggaran pembangunan, pemeliharaan, perawatan dan perbaikan jalan di daerah perbatasan dan pedalaman dialokasikan setiap tahun.

Terkendala Pasokan, Harga Bensin di Pedalaman Malinau Capai Rp 30 Ribu/Liter
tribunkaltim.co
BBM di pedalaman, Kalimantan Utara 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Anggaran pembangunan, pemeliharaan, perawatan dan perbaikan jalan di daerah perbatasan dan pedalaman, khususnya wilayah Apo Kayan (Kecamatan Kayan Selatan, Hilir, Hulu dan Sungai Boh) selalu dialokasikan setiap tahunnya.

Namun, anggaran tersebut ternyata belum cukup menyentuh pembangunan di salah satu desa paling terisolir, yakni Desa Long Sule, Kecamatan Kayan Hilir.

Setidaknya, pemerintah telah mengucurkan anggaran Rp 12 miliar untuk pembangunan jalan melalui APBN 2018. Namun, lagi-lagi jalan menuju Long Sule masih juga belum tersentuh. Bahkan, sampai hari ini harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium atau bensin di desa tersebut mencapai Rp 30 ribu/liter.

Mahalnya harga bensin diprediksi diikutnya naiknya harga kebutuhan pokok di desa berpenduduk kurang lebih 600 jiwa ini.

Baca: Refleksi HUT ke-73 Brimob, Ini Pesan Dansat Brimob Kaltim untuk Jajarannya

Kaur Keuangan Desa Long Sule, Agus Purwanto mengungkapkan, beberapa kebutuhan pokok saat ini telah mengalami kelangkaan dan kenaikan harga yang fantastis

"Kalau sekarang, yang langka adalah gula. Harga gula saat ini Rp 35 perkilo. Itupun kalau ada. Padahal, kalau pemerintahan menetapkan harga gula perkilo paling mahal Rp 17 ribu. Begitu pula dengan Premium di Long Sule harganya cukup mahal, Rp 30 ribu perliter. Kondisi ini sudah kita alami sejak lama. Sudah berbulan-bulan lalu lah," paparnya kepada Tribun Kaltim.

Persoalan naiknya harga kebutuhan pokok di desa tersebut disampaikan Agus, karena terbatasnya penerbangan ke desa yang dikelilingi hutan belantara, sungai berjeram ganas dan bukit curam itu.

Ditambah, akses jalan darat dari Kutai Timur (Kutim) yang saat ini banyak yang rusak karena terus menerus melalui medan yang berat.

"Untuk sampai ke desa kami ini, ada satu rute jalur darat yang dapat ditembus. Bukan jalur dari wilayah Malinau, melainkan jalur dari Kutim. Jalur darat untuk sampai ke desa kami itu, harus melalui jalan setapak tengah hutan berbukit, dan kendaraan juga harus melalui sungai yang cukup deras," tandasnya.

Dari 10 kendaraan milik pedagang pemasok sembako ke Long Sule, dibeberkan Agus, saat ini hanya 3 kendaraan yang melayani pedagang. Tujuh kendaraan lainnya rusak parah. Akibatnya, pasokan sembako ke Long Sule sangat terbatas, sehingga harga kebutuhan pokok meningkat tajam.

Baca: VIDEO - Harga Bensin di Pedalaman Kalimantan Utara masih Mahal

Halaman
12
Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved