Lakukan Hal Ini Agar Anak Bisa Cinta Matematika

Indonesia masih kalah jauh dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, dalam hal memecahkan soal Matematika.

Lakukan Hal Ini Agar Anak Bisa Cinta Matematika
SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI - Orangtua juga harus memiliki wawasan dan kemampuan berhitung yang baik agar bisa mendampingi anak-anak belajar dan mengerjakan tugas mata pelajaran Matematika dan mata pelajaran eksakta lainnya. 

Lakukan Hal Ini Agar Anak Bisa Cinta Matematika

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christine

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Secara garis besar Indonesia masih kalah jauh dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, dalam hal memecahkan soal Matematika.

Bahkan, bisa dikatakan Indonesia saat ini sedang dalam fase darurat Matematika.

Menurut Tedy Zainul Arifin, Direktur Institute of Mathematics and Science Olympiad (IMASO) Indonesia, Matematika seharusnya pembelajaran Matematika sudah ke arah otak kanan, bukan lagi mengedepankan otak kiri.

Sejarah Hari Diabetes Sedunia yang Diperingati Setiap 14 November

 

"Seharusnya sudah untuk penalaran. Tetapi, kurikulum di Indonesia sendiri belum memenuhi itu, sehingga Matematika belum terasa mengena kepada sasaran utamanya, yaitu para siswa," jelasnya.

Dia melanjutkan, jika melihat standar materi dari luar negeri, seperti Amerika maupun Singapura, maka bisa dilihat jika soal-soal yang diberikan biasanya khas penalaran.

"Yang dikedepankan adalah logika dan 'problem solving,' tuturnya.

Mamasa Terus Diguncang Gempa Tektonik Sepekan Terakhir, Diduga 2 Hal Ini jadi Penyebabnya

Kapan Samsung Rilis Ponsel Layar Lipat? Ini Bocoran Jadwal dan Harganya

 

Tedy menambahkan di kurikulum Indonesia sendiri, jika anak sudah bisa materi tambah, kurang, kali, dan bagi, itu seringkali sudah dirasa cukup.

"Padahal 'problem solving' sangat diperlukan untuk tumbuh kembang anak di dalam dunia mereka selanjutnya."

Agar anak menjadi suka atau tertarik terhadap bidang Matematika, Tedy menuturkan bahwa belajar Matematika memerlukan pembiasaan. Tidak perlu pintar, yang penting terbiasa dengan tipe-tipe soal Matematika yang ada.

Dia menilai, Matematika memiliki nilai yang hirarkis, atau bertahap.

Hari Diabetes Sedunia - Disebut Penyakit Mematikan di Indonesia, Wajib Tahu Gejala dan Penyebabnya

Ibu Tega Sembunyikan Bayinya di Bagasi Mobil Selama 2 Tahun, Begini Kondisi Sang Anak saat Ditemukan

Maka, anak harus belajar untuk mengatasi dan menguasai materi serta soal-soal paling dasar terlebih dahulu, sehingga bisa maju ke tahap soal yang lebih sulit.

"Jika anak belum bisa mengatasi soal-soal dasar, dan diminta untuk naik ke tahap berikutnya, maka dia akan kesulitan. Dari situ lah bisa timbul ketidaksukaan terhadap matematika," ungkapnya.

"Saya berharap orangtua dan guru bisa membantu anak-anak untuk memperkuat 'basic' mereka dalam menangani soal matematika, jika 'basic' mereka kuat, dalam menghadapi soal apa pun mereka akan bisa," pungkasnya. (*)

Penulis: Christine
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved