Edisi Cetak Tribun Kaltim

Harga Sembako di Perbatasan Bisa Terkendali, Pemprov Kaltara Gelontorkan Subsidi Angkut Rp 9 Miliar

Moda transportasi alternatif untuk mendistribusikan bahan kebutuhan pokok ke perbatasan dan pedalaman Kalimantan Utara ialah melalui jalur udara dan

Harga Sembako di Perbatasan Bisa Terkendali, Pemprov Kaltara Gelontorkan Subsidi Angkut Rp 9 Miliar
Tribun Kaltim
Tribun Kaltim 15 November 2018 

Hartono mengatakan, SOA Barang ke Malinau dan Nunukan hingga November ini sudah terealisasi 100 persen. Tahun depan, biaya SOA Barang diusulkan lagi sebesar Rp 9 miliar.

"Kita menyesuaikan dengan anggaran daerah. Yang kita harapkan dukungan APBN lebih banyak. Kalau bisa di atas dari tahun ini. SOA Barang masih sangat dibutuhkan saat ini, karena infrastruktur jalan masih sedang ditangani oleh pemerintah juga oleh pemprov," katanya.

Baca: VIDEO - Harga Bensin di Pedalaman Kalimantan Utara masih Mahal

Tol Udara

Program Tol Udara ikut menjangkau distribusi bahan pokok di Kaltara. Kementerian Perhubungan menetapkan dua rute terbang yaitu Tarakan-Long Bawan, Krayan (Nunukan) dan Tarakan-Long Ampung (Malinau).

Pesawat cargo yang melayani rute ini terbang sekali dalam satu minggu, pulang pergi (PP). Kementerian ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 miliar.

"Kita harapkan masyarakat kita di perbatasan ikut memanfaatkan pesawat kargo ini. Artinya ketika pesawat itu kembali ke Tarakan, bisa diangkutkan hasil pertanian atau perkebunan masyarakat. Jadi ada efek ganda," kata Gubernur Kaltara Irianto Lambrie.

Baca: Kisah Perawat Puskesmas Apung, Pakai Perahu Bertugas ke ke Pedalaman Mahulu

Program 'Tol Udara' lanjutnya, sejauh ini ikut membantu meningkatkan pendapatan Badan Usaha Milik Daerah. Sebab 'Tol Udara' rute Long Ampung (Malinau) langsung ditangani Perusda Intimung bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ada di Long Ampung.

"Begitupun dengan barang-barang dari daerah pperbatasa. Informasi dari Perusda Tarakan, sudah ada ada pengusaha di Tarakan yang mau menampung hasil bumi dari Malinau dan Krayan," sebutnya.

"Kita juga masih terus melakukan komunikasi dengan pusat, melalui kementerian terkait agar program ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang hingga transportasi ke wilayah perbatasan lewat darat sudah lancar," katanya.

Selain pemberian subsidi, secara jangka panjang pemerintah tengah berusaha membangun infrastruktur untuk membuka keterisoalisian wilayah. Utamanya ke daerah perbatasan dan pedalaman. (wil)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved