Inpres tentang Percepat Pembangunan KBM Tanjung Selor Keluar, 12 Kementerian Diminta Ini

Pemerintah akhirnya merestui percepatan pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor.

Inpres tentang Percepat Pembangunan KBM Tanjung Selor Keluar, 12 Kementerian Diminta Ini
Tribun Kaltim
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie menyimak penjelasan Kepala Dinas PU Kaltara Suheriyatna saat memantau kesiapan pembangunan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor di Gunung Seriang tahun 2016 lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Pemerintah akhirnya merestui percepatan pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor. Komitmen ini dibuktikan dengan dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor, yang telah ditandatangani Presiden Jokowi pada 31 Oktober lalu.

Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, informasi telah keluarnya Inpres yang memang ditunggu-tunggu tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kemendagri, Hadi Prabowo Rabu (14/11) sore lalu.

“Alhamdulillah, tadi melalui pesan WA (whatsapp), Pak Hadi Praboro menyampaikan kabar, bahwa telah diterbitkan Inpres Nomor 9 Tahun 2018, tentang Percepatan Pembangunan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor. Inpres telah ditandatangani Bapak Presiden Jokowi pada 31 Oktober 2018 yang lalu,” kata Irianto.

Baca: Donor Darah Memeriahkan HUT Radio RBFM Samarinda, Terhimpun 172 Kantung Darah

Dikatakan, "perjuangan" untuk memperoleh terbitnya Inpres tersebut telah dilakukan sejak sekitar dua tahun lalu. Bermula dari usulan yang disampaikan langsung oleh Gubernur Irianto dalam paparan pada Rapat Kabinet Terbatas Maret 2017, yang dipimpin Presiden Jokowi dan Wapres HM Jusuf Kalla.

“Selanjutnya, saya sampaikan kembali langsung kepada Bapak Presiden ketika beliau kunjungan kerja ke Kaltara, (5 -6 Oktober 2017). Yakni, ketika kami berdiskusi dalam perjalanan dengan helikopter kepresidenan dari Tarakan menuju Tanjung Selor. Setelah mendengarkan penjelasan dan argumentasi yang saya sampaikan, Bapak Presiden meminta saya segera menyampaikan usulan penerbitan Inpres tersebut,” ungkap Gubernur menceritakan kronologis dari awal hingga terbitnya Inpres ini.

Menindaklanjuti perintah Presiden tersebut, pada Maret 2018, Gubernur diundang ke Sekretariat Negara untuk memaparkan usulan penerbitan Inpres di hadapan unsur kementerian/lembaga terkait. Rapat dipimpin Deputi Mensesneg Bidang Hukum dan Perundangundangan.

“Hasil rapat menyimpulkan, antara lain perlu segera ditindaklanjuti perintah Presiden untuk menerbitkan Inpres dimaksud dan Kemendagri ditunjuk mempersiapkan draft Inpresnya. Selanjutnya saya melaporkan hasil rapat tersebut langsung kepada Mendagri (Tjahjo Kumolo),” bebernya.

Gayung bersambut, lanjut Irianto. Mendagri langsung merespons, bergerak cepat, dengan menginstruksikan Sekjen Kemendagri untuk mengkoordinasikan Dirjen terkait, agar segera mempersiapkan draft Inpresnya.

“Setelah draft selesai, kemudian dibahas dalam rapat yang dikoordinasikan oleh Kemenko Perekonomian. Selanjutnya draft final diparaf oleh semua menteri terkait (Menko Perekonomian, Mendagri, Menkeu), disampaikan kepada Mensesneg untuk diproses penerbitan Inpresnya. Hingga akhirnya terbitlah Inpres Nomor 9 Tahun 2018 ini,” kata Irianto lagi.

Baca: Begini Skenario Polisi Ringkus Terduga Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Gubernur mengungkapkan, Inpres Nomor 9 Tahun 2018, tentang Percepatan Pembangunan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor menginstruksikan kepada sejumlah kementerian terkait, termasuk kepada kepala daerah.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved