Bangun Kota Baru Mandiri Tanjung Selor, Gubernur Irianto Terinspirasi Raffles

Pasca terbitnya Inpres KBM, Gubernur Irianto pun langsung mengambil langkah segera memulai membangun Tanjung Selor sebagai kota baru mandiri

Bangun Kota Baru Mandiri Tanjung Selor, Gubernur Irianto Terinspirasi Raffles
Tribun Kaltim
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie menyimak penjelasan Kepala Dinas PU Kaltara Suheriyatna saat memantau kesiapan pembangunan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor di Gunung Seriang tahun 2016 lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO - TANJUNG SELOR - Kabar gembira bagi masyarakat Kalimantan Utara. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 pemerintah akan membangun 10 kota baru publik atau kota baru mandiri (KBM) di luar Jawa. Salah satu dari 10 KBM yang akan dibangun adalah Tanjung Selor, ibukota Provinsi Kaltara.

Tanjung Selor yang awalnya ibukota Kabupaten Bulungan ini berganti status menjadi ibukota Provinsi Kaltara sesuai Pasal 7 Undang-Undang No. 20 Tahun 2012 tentang Pembentukan Provinsi Kalimantan Utara.

Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengakui, substansi Inpres ini luar biasa. "Inpres ini isinya sungguh luar biasa, yang merupakan bukti komitmen Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla bersama Kabinet Kerja mewujudkan pembangunan "Indonesia Sentris" dan membangun Indonesia dari desa dan wilayah pinggiran, sesuai Nawacita ketiga," katanya.

Baca: Gerakan 283 Ribu Menggunakan Rompi Kuning Protes Kenaikan BBM

"Atas nama masyarakat Kaltara, saya dengan rasa haru dan bangga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Bapak Jokowi dan Bapak Jusuf Kalla beserta seluruh jajaran Kabinet Kerja," tandasnya.

Pasca terbitnya Inpres KBM, Gubernur Irianto pun langsung mengambil langkah segera memulai membangun Tanjung Selor sebagai kota baru mandiri, pusat ibukota Provinsi Kaltara yang maju dan modern.

Saat berkunjung ke kawasan KBM Tanjung Selor, beberapa waktu lalu, Gubernur Irianto mengaku terinspirasi Thomas Stamford Raffles, Gubernur Hindia Belanda tahun 1800-an yang berhasil membangun Singapura.

Dikatakan Irianto, wilayah Singapura dulunya merupakan kawasan hutan. Namun masuknya Raffles, salah satu wilayah di selatan semenanjung Malaka menjelma menjadi salah satu pusat perdagangan dunia yang selalu ramai.

Baca: Inilah Rumah Asri Andika Kangen Band; Buah Kerja Keras dari Jualan Es Cendol hingga Jadi Musisi

"Kurang lebih 50 tahun berjalan, Singapura sudah menjadi kawasan penting, menjadi kota yang maju. Seperti halnya di kawasan ini, perlu gerak cepat untuk menjadikan kota yang maju, yang pada akhirnya akan membawa banyak efek positif bagi masyarakat. Banyak lapangan-lapangan usaha baru," tuturnya.

KBM Tanjung Selor dirancang sebagai kota modern. Luasnya sekitar 11 ribu hektare yang akan dilengkapi dengan pusat pemerintahan Provinsi Kaltara di tengah-tengahnya seluas 2.500 hektare.

Pusat pemerintahan berlokasi di Desa Gunung Seriang. Di daerah ini sedang diintensifkan pembebasan lahan masyarakat oleh Dinas PUPR Perkim Kaltara bekerjasama dengan Kantor Badan Pertanahan Nasional Bulungan.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved