Wisata Kuliner

Warung Makan Sangkulirang Sajikan Menu Ayam Goreng Kampung Resep Keluarga

Warung Makan Sangkulirang menyajikan menu ayam goreng kampung resep keluarga.

Warung Makan Sangkulirang Sajikan Menu Ayam Goreng Kampung Resep Keluarga
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Warung Makan Sangkulirang menyuguhkan sajian ayam goreng Sangkulirang. 

Warung Makan Sangkulirang Sajikan Menu Ayam Goreng Kampung Resep Keluarga

TRIBUNKALTIM.CO - Pilihan kuliner di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur cukup beragam. Banyaknya pendatang yang mencari penghidupan di kota tambang ini, membuat pengusaha kuliner memberikan menu khas dan variasi rasa dari berbagai daerah di Kalimantan Timur maupun Indonesia.

Mulai dari menu khas Makasar seperti Coto Makassar, Banjar yang dikenal dengan Soto Banjarnya, masakan Kutai, nasi timbel Sunda hingga masakan khas asal Jawa Timu, seperti Soto Lamongan dan Rawon.

Salah satu warung makan yang cukup terkenal dengan sajian ayam kampung gorengnya yang empuk dan renyah, adalah Warung Makan Sangkulirang. Letaknya di kawasan pemerintahan Bukit Pelangi, Kecamatan Sangatta Utara. Bertandang ke Sangatta, tak lengkap rasanya kalau belum mencicipi rasa yang khas dari ayam goreng yang satu ini.

Menu ayam yang ditawarkan, tak melulu ayam kampung goreng. Tapi, ada yang dimasak dengan santan dan ada pula yang dengan kecap. Hanya saja, semuanya merupakan ayam kampung. Tersedia pula hati dan ampela ayam kampung yang dimasak bumbu merah dan dijual per porsi.

Namun di antara beragam menu ayam kampung yang ditawarkan, ayam goreng yang paling diminati konsumen. Ayam kampung goreng disajikan per porsi yang dibandrol Rp 100.000. Setiap porsinya berisi satu ekor ayam yang dipotong menjadi 12 -14 potongan. Pembeli yang ingin membeli hanya separuh porsi juga diperbolehkan.

Ayam kampung goreng yang diolah dengan resep turun temurun, disajikan bersama sepiring nasi putih hangat, sambal kecap atau sambal terasi serta sayur berkuah. Pilihannya sayur bening bayam atau sayur sop tahu sawi. Pembeli juga bisa menambahkan menu lain yang dijual per porsi, seperti sambal goreng tahu, tumis buncis atau hati masak merah. Sajian yang sederhana, tapi mampu membuat penikmatnya datang lagi dan lagi.

Beberapa tokoh penting yang datang ke Sangatta pun, kerap meminta untuk diajak makan siang di warung yang tampilannya cukup sederhana. Di antaranya, Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin, mantan Bupati Kutim, Awang Faroek dan Isran Noor hingga Bupati Ismunandar dan Wabup Kasmidi Bulang, merupakan pelanggan warung milik Suminem ini.

Sangking larisnya, Warung Sangkulirang harus menyembelih sekitar 60 hingga 70 ekor ayam kampung setiap hari. “Setiap hari kita sudah ada pemasok. Kadang ada 100 ekor yang dipasok pedagang ayam. Tidak hanya dari Sangatta, tapi dari Samarinda, Bontang juga Bengalon. Dari mana saja yang memasok, kita ambil. Karena setiap hari kita harus sembelih sekitar 60 sampai 70 ekor,” ujar Tupah, pengelola Warung Sangkulirang.

Pada para pemasoknya, Tupah meminta ukuran ayam yang sedang. Tidak juga terlalu muda, tapi tidak juga terlalu tua dan besar. Karena untuk sajian ayam goreng, ia tidak merebus ayamnya terlebih dulu. Melainkan hanya memberi bumbu dan mendiamkan beberapa saat sebelum digoreng.

Halaman
12
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved