Kemitraan Bisnis

Bergabung di Pesona dan YES JNE, Pemasaran Oleh-oleh Mantau Tembus Kota-kota Besar di Indonesia

Kami melihat JNE berkomitmen dengan layanan oneday service-nya. Jadi ya, kami melakukan kerjasama dan cocok bermitra mengembangkan pemasaran UKM.

Bergabung di Pesona dan YES JNE, Pemasaran Oleh-oleh Mantau Tembus Kota-kota Besar di Indonesia
Tribun Kaltim/Fransina
Kayin Fauzi dan Yanie, Owner Pondok Mantau memperlihatkan produk Oleh-oleh Mantau di Pondok Mantau Jl A. Yani No 28 RT 49 Gunung Sari Ilir, Balikpapan, Minggu (18/11/2018) sore. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Mantau, oleh-oleh makanan basah khas Kota Balikpapan, sukses dipasarkan ke berbagai kota besar di Indonesia oleh Pondok Mantau. Keberhasilan pemasaran tersebut merupakan buah kemitraannya dengan perusahaan jasa pengiriman dan logistik PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) melalui layanan Pesanan Oleh-oleh Nusantara (Pesona) dan Yakin Esok Sampai (YES).

Oleh-oleh Mantau telah dikirim ke Jakarta, Surabaya, Medan, Sulawesi dan lainnya. "Sudah tiga tahun kami bergabung di Pesona JNE dan menggunakan layanan YES. Kami melihat JNE berkomitmen dengan layanan oneday service-nya. Jadi ya, kami melakukan kerjasama dan cocok," tutur Kayin Fauzi, Owner Pondok Mantau saat berbincang dengan Tribunkaltim.co di pusat Pondok Mantau Jl A. Yani No 28 RT 49 Gunung Sari Ilir, Balikpapan, Minggu (18/11/2018) sore.

Selain itu, jelasnya, JNE juga sangat bertanggungjawab dalam proses pengiriman. Jika JNE terlambat dalam pengiriman, pihak JNE menggaransi uang kembali termasuk biaya produknya. Misalnya harga produk Rp 300 ribu dan ongkos kirim Rp 100 ribu, maka JNE menggantikan Rp 400 ribu. "Harapan kami, JNE terus berkomitmen dengan layanan sehari sampai di tujuan. Sebab Mantau adalah oleh-oleh makanan basah yang harus diperlakukan berbeda, harus cepat tiba di tujuan minimal jam 17.00 sore," ujar Fauzi yang didampingi Yanie, istrinya.

Yanie pun menimpali, mereka tetap memilih JNE sebagai mitra dalam mengembangkan marketing Pondok Mantau keluar kota. "Jika ada masalah, pasti diberikan solusinya. Jadi kami tidak akan beralih dari JNE. Kami sangat terbantu untuk pemasaran produk oleh-oleh ini ke seluruh Indonesia. Kami  sudah percaya dan nyaman dengan JNE. Dampak dari kerjasama dengan JNE, pengiriman Oleh-oleh Mantau ke berbagai kota di Indonesia meningkat tiap tahun," ungkap Yanie.

UKM kuliner Oleh-oleh Mantau diseriusi Fauzi dan Yanie sejak 2007. Izin komersial pun resmi dikantongi. Motivasi awal mereka ketika itu, mengeksplorasi Mantau sebagai oleh-oleh khas Balikpapan dengan harga yang lebih terjangkau, dapat dinikmati semua orang, dan bersertifikasi halal.

Membuat Oleh-oleh Mantau tidak sulit bagi Yanie. Maklum, ia mewarisi keahlian membuat roti secara turun-temurun dari nenek moyangnya. Namun produknya hanya untuk konsumsi terbatas, keluarga. Biasanya membuat roti manis, roti gembung, dan semacamnya.

Mulai 2007 itulah, Fauzi dan Yanie fokus mengerjakan oleh-oleh Mantau Sapi Lada Hitam. Produksinya pun tidak banyak karena tempat usahanya saat itu masih kecil. Mereka mendirikan tenda kecil di pinggir jalan kawasan Gunung Pasir, depan rumah keluarga Yanie. Ketika itu, hanya mempekerjakan dua karyawan. Mantau yang diproduksi sehari hanya sekitar 2-3 kilogram tepung.

Informasi produknya pun disebarluaskan secara klasik, gunakan brosur. "Saya mendesain sendiri brosurnya, difotokopi lalu dipotong-potong kemudian titip di beberapa anjungan tunai mandiri (ATM) perbankan di Kota Balikpapan. Juga menitipkan di loper-loper koran," cerita Fauzi.

Seiring berkembangnya teknologi komunikasi, marketing dilakukan melalui smartphone hingga sekarang media sosial, serta Pesona dan YES JNE. Dampaknya, permintaan semakin meningkat. Kini, Pondok Mantau berlokasi di Jl A. Yani No 28 RT 49 Gunung Sari Ilir Balikpapan. Karyawannya bertambah menjadi tujuh orang. Produksi Oleh-oleh Mantau bertambah 5-6 kali lipat atau lebih 100 pax per hari, sekitar 1.000 buah mantau. "Menjelang weekend dan libur panjang, produksinya lebih banyak lagi," tambah Fauzi.

Inovasi citarasa pun dilakukan. Dulu hanya Mantau Sapi Lada Hitam. Sekarang bertambah lagi dua varian baru yakni Mantau Capit Kepiting dan Mantau Jamur. Harganya lebih terjangkau. Hanya Rp 65 ribu per kotak isi 10 buah. Omset per bulan kini berkisar Rp 20 juta hingga Rp 30 juta tiap bulan.

Halaman
12
Penulis: Fransina Luhukay
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved