Dapat Suvenir Diatas Rp 60 Ribu dari Caleg, Ibu-ibu Diimbau Lapor Bawaslu

Kaum perempuan menjadi sasaran empuk peserta Pemilu 2019 untuk mendulang suara.

Dapat Suvenir Diatas Rp 60 Ribu dari Caleg, Ibu-ibu Diimbau Lapor Bawaslu
TRIBUN KALTIM / SARASSANI
Dapat Suvenir Diatas Rp 60 Ribu dari Caleg, Ibu-ibu Diimbau Lapor Bawaslu 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Kaum perempuan menjadi sasaran empuk peserta Pemilu 2019 untuk mendulang suara. Hanya diberi kerudung, baju atau suvenir lainnya dalam pertemuan majelis taklim, mereka sudah senang, tanpa mengetahui bahwa suvenir yang harganya melebihi ketentuan merupakan pelanggaran kampanye.

Untuk itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Paser menurut Ketua Bawaslu Paser Aprianto Abdullah, mengundang 36 orang perwakilan 12 organisasi perempuan di acara Sosialisasi Peran Perempuan Dalam Pemilu ini, terutama dalam hal pengawasan pemilihan Anggota DPRD Kabupaten, DPRD Kaltim, Anggota DPR RI dan Pilpres di Pemilu 2019.

“Melalui sosialisasi ini, kami mengajak ibu-ibu yang tergabung dalam pengurus PKK, Dharma Wanita, Persit Chandra Kirana, Bhayangkari maupun adik-adik yang berhimpun di organisasi mahasiswi di Paser, untuk meningkatkan peran perempuan dalam mewujudkan Pemilu 2019 yang bersih, yakni dengan ikut melakukan pengawasan,” kata Aprianto, Rabu (21/11/2018).

Setelah sosialisasi di Aula PKK Kabupaten Paser dibuka oleh Aprianto, selanjutnya Koordinator Divisi (Kordiv) Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga Bawaslu Paser Fauzan menyampaikan materi pengawasan Pemilu 2019, terkait pentingnya peran perempuan dalam mewujudkan Pemilu 2019 yang bersih.

“Kaum perempuan lebih banyak dijadikan objek sasaran peserta Pemilu 2019, terutama dalam pertemuan majelis taklim Ibu-Ibu. Saat Calon Legislatif (caleg) peserta Pemilu 2019 melakukan kampanye di majelis taklim, tak jarang mereka membagikan bahan kampanye yang harganya di atas Rp 60.000, itu pelanggaran dan bisa dilaporkan ke kami,” kata Fauzan.

Pemberian suvenir diperbolehkan sepanjang harganya tak lebih dari Rp 60.000, apakah suvenir yang dibagikan para caleg tidak melebihi harga yang ditentukan? Melalui sosialisasi ini, Fauzan ingin meningkatkan kemampuan kaum perempuan dalam memahami peraturan, sehingga mengetahui bentuk-bentuk pelanggaran Pemilu 2019.

Jika pemahaman terhadap peraturan sudah dimengerti, maka kaum perempuan tidak lagi menjadi sasaran empuk caleg-caleg Peserta Pemilu 2019 untuk mendulang suara. Kaum perempuan tidak lagi menjadi objek karena bisa diarahkan pilihannya dengan suvenir, tapi bisa menjadi subjek atau dapat menentukan hak pilihnya.

“Jadi kaum perempuan sebagai subjek tak mesti harus menjadi kepala daerah atau caleg. Memang di tingkat pusat peran kaum perempuan sudah terlihat, tapi di daerah-daerah masih kurang. Caleg perempuan misalnya, lebih kepada untuk memenuhi syarat 30 persen keterwakilan perempuan, begitu pula keterwakilan perempuan di dalam penyelenggara Pemilu,” ucapnya.

Bawaslu Paser berharap peran aktif kaum perempuan dalam pengawasan Pemilu meningkat, sehingga semakin banyak kaum perempuan yang terlibat aktif dalam pembangunan. “Pada nantinya pemahaman terhadap peraturan membuat kaum perempuan lebih berdaya dalam menyuarakan kepentingan perempuan, bukan lagi sekedar objek mendulang suara,” tambahnya. (*)

Penulis: Sarassani
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved