Pasang Baliho dan Spanduk Dibatasi, Caleg Pilih Perbanyak Kalender dan Kartu Nama

Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 menjadi momen yang ditunggu-tunggu para pelaku usaha percetakan.

Pasang Baliho dan Spanduk Dibatasi, Caleg Pilih Perbanyak Kalender dan Kartu Nama
HO
Pencopotan baliho oleh petugas Satpol PP 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 menjadi momen yang ditunggu-tunggu para pelaku usaha percetakan. Bagaimana tidak, pada perhelatan lima tahunan ini selalu menjadi ajang untuk mencitrakan diri bagi para peserta pemilu, khususnya memperkenalkan diri melalui baliho, spanduk, banner dan sejenisnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan yang juga Caleg dapil Balikpapan Selatan, Mieke Henny mengatakan, untuk keperluan Alat Peraga Kampanye (APK) dirinya bisa merogoh kocek hingga puluhan juta rupiah untuk mencetak APK.

Namun, dalam mencetak APK, dirinya lebih dominan menggunakan percetakan lokal yang ada di Balikpapan. "Saya dominan cetaknya di Balikpapan, hanya cetak kalender saja yang mencetak di luar daerah. Karena perbendaannya jauh," ungkapnya.

Baca: Keluar Permen Seleksi CPNS Pakai Sistem Ranking, BKD Kaltara Ikut Aturan Pusat

Dirinya juga menyarankan seluruh caleg di Balikpapan untuk mengutamakan mencetak di percetakan Balikpapan guna membantu menunjang perekonomian usaha percetakan di kota minyak ini.

"Saya juga ingin kasih masukan untuk percetakan di Balikpapan agar mematok harga tidak terlalu tinggi, kalau bisa menyesuaikan. Karena ada juga percetakan di Jakarta cetak kalender hanya Rp 3 ribu per lembar, di sini (Balikpapan) bisa mencapai Rp 6 ribu. Nah, ini yang perlu disesuaikan," jelasnya.

Diakuinya, dalam kebutuhan APK, dirinya sangat memprioritaskan kartu nama. Karena menurutnya, kartu nama merupakan hal penting dalam setiap geraknya. "Dibanding yang lain, kartu nama yang paling penting. Karena cuma kartu nama yang efektif dibagikan setiap saya kemana saja," terangnya.

Sementara itu, berbeda dengan Mieke yang melakukan pencetakan di Balikpapan dan luar daerah, anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan yang juga caleg dapil Balikpapan Tengah, Andi Arif Agung menuturkan, dirinya mencetak sepenuhnya APK di percetakan Balikpapan dan dirinya memperkirakan bisa menghabiskan sekitar puluhan juta rupiah untuk keseluruhan APK. "Kita mencetak menyesuaikan kebutuhan saja," ujarnya.

Baca: Orangtua Anak Gizi Buruk di Balikpapan Berjuang untuk Putranya, Ini yang Dilakukan

Dalam persiapan APK, diakuinya jenis APK seperti baliho dan spanduk sudah diatur jumlahnya oleh KPU. Hanya saja, kalender, stiker dan kartu nama yang tidak dibatasi jumlah cetaknya. "Kita banyakin kalender, stiker dan kartu nama saja, kan itu yang gak dibatasi oleh KPU," pungkasnya. (*)

Penulis: Aris Joni
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved