Segini Perkiraan Anggaran Subsidi Penerbangan Perintis di Kaltara Tahun Depan

Dinas Perhubungan Kalimantan Utara mencatat realisasi Subsidi Ongkos Angkut (SOA) perintis sudah mencapai 80 persen.

Segini Perkiraan Anggaran Subsidi Penerbangan Perintis di Kaltara Tahun Depan
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD ARFAN
Pilot asing maskapai Susi Air di bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara diabadikan beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co Muhammad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Dinas Perhubungan Kalimantan Utara mencatat realisasi Subsidi Ongkos Angkut (SOA) perintis sudah mencapai 80 persen. Demikian juga realisasi SOA Perintis APBN kurang lebih terealisasi sama menjelang akhir tahun ini.

Kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan Kalimantan Utara Andi Nasuha menjelaskan, penerbangan perintis berdasarkan kontrak tahun 2018 ini masih akan berlangsung hingga Desember mendatang.

Tahun ini Pemprov Kalimantan Utara menggelontorkan dana SOA Perintis sebesar Rp 12 miliar. Rute pulang pergi yang dilayani subsidi mencakup Nunukan - Long Layu, Nunukan - Binuang, Malinau - Long Nawang, Malinau - Long Alango, Malinau - Long Pujungan, Tanjung Selor - Data Dian, Tanjung Selor - Mahak Baru, Malinau - Long Ampung, dan Tanjung Selor - Long Ampung. 

"Sambil kita tunggu realisasi 100 persennya tahun ini, kita juga sudah siapkan langkah untuk keberlangsungan program ini tahun depan," kata Andi Nasuha kepada Tribunkaltim.co, Kamis (22/11/2018). 

Baca: Penerbangan Subsidi Perintis Kargo ke Long Apung Dibatasi Sampai 800 Kilogram

Usulan anggaran SOA tahun depan sama dengan tahun ini yakni sebesar Rp 12 miliar. Anggaran ini langsung dikelola oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setprov Kalimantan Utara. Adapun APBN akan mencapai Rp 35 miliar.

"Artinya semakin dukungan anggaran, jangkauan SOA semakin banyak. Jadi kita tunggu pengesahannya anggarannya saja," katanya.

Dengan dukungan anggaran sebesar Rp 35 miliar, APBN memperluas jangkauan di 5 (lima) rute baru yakni Data Dian, Pujungan, Mahak Baru, Long Sule, dan Long Alango.

"Jika APBD kita cepat disahkan, kita juga bisa melelang lebih cepat dengan harapan awal-awal 2019 penerbangan tetap berkesinambungan. Tidak setop sementara menunggu proses lelang," ujarnya.

Baca: Segini Dana yang Disubsidi Ditjen Udara untuk Penerbangan Perintis Kargo di Kaltara

Andi Nasuha juga berharap ke depan makin banyak penyedia jasa penerbangan alias maskapai yang tertarik mengikuti tender kegiatan SOA. Hal itu untuk mengantisipasi tidak terjadinya kekosongan maskapai yang bisa menghambat kegiatan SOA.

Sebab selama ini kata Andi program SOA sudah menjadi kebutuhan masyarakat perbatasan yang hendak bepergian dari dan ke perbatasan. Subsidi yang digelontorkan juga menekan harga tiket. 

"Kalau tarif normal kan harga tiketnya mahal," ujarnya. 

Menurutnya, subsidi ongkos angkut penerbangan masih cukup dibutuhkan di Kalimantan Utara. Mengingat banyak daerah-daerah terpencil di perbatasan yang belum bisa diakses menggunakan jalur darat. Tumpuan utama masyarakat adalah jasa transportasi udara.

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved