Bahas Era Industri 4.0 di Ngopi Bareng Manajemen Telkomsel Regional Kalimantan

Sasaran pada Era Industri 4.0 adalah meningkatkan produktivitas dari industri-industri yang ada melalui machine to machine connectivity.

Bahas Era Industri 4.0 di Ngopi Bareng Manajemen Telkomsel Regional Kalimantan
TRIBUN KALTIM/ADITYA RAHMAN HAFIDZ
ERA INDUSTRI 4.0 - Mulya Budiman, GM Sales Telkomsel Regional Kalimantan (kiri) saat mengisi agenda Ngobrol Pagi (Ngopi) Bareng Manajemen Telkomsel Regional Kalimantan di Kantor Telkomsel Regional Kalimantan, jalan Ahmad Yani, Balikpapan, pada Jumat (23/11). 

Bahas Era Industri 4.0 di Ngopi Bareng Manajemen Telkomsel Regional Kalimantan

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Era Industri 4.0 menjadi sebuah topik perbincangan yang sedang hangat belakangan ini. Apalagi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo juga sudah meluncurkan roadmap Making Indonesia 4.0 yang berfungsi sebagai 'manual' Republik Indonesia untuk menghadapi era tersebut.

Seluruh komponen bangsa harus saling bersinergi untuk menyukseskan program tersebut, tak terkecuali perusahaan penyedia layanan jaringan atau provider. Telkomsel sebagai perusahaan penyedia layanan jaringan dan sistem telekomunikasi juga berfokus kepada progam pemerintah tersebut.

Seperti yang dikatakan oleh Mulya Budiman, General Manager Sales Telkomsel Regional Kalimantan mengatakan, sebagai pelaku telekomunikasi, sasaran pada Era Industri 4.0 adalah meningkatkan produktivitas dari industri-industri yang ada melalui machine to machine connectivity.

Baca: XL Axiata Perkenalkan Inovasi Transfer Kuota

Baca: Telkomsel Tambah Tiga Armada Combat Jelang Natal dan Tahun Baru

Baca: Ingatkan Bahaya Tambang, PT JMB Pasang Tanaman Berduri Kelilingi Kolam

"Era Industri 4.0 sudah tidak bicara person to person, tapi machine to machine, bagaimana mensolusikan sebuah layanan yang berada pada posisi lebih tinggi dari current position layanan saat ini," ujar Mulya Budiman saat ditemui usai agenda Ngobrol Pagi (Ngopi) Bareng Manajemen Telkomsel Regional Kalimantan di Kantor Telkomsel Regional Kalimantan, jalan Ahmad Yani, Balikpapan, pada Jumat (23/11).

Lebih lanjut, Mulya mengatakan harapannya di era machine to machine yang akan datang, setiap orang akan semakin spesifik menyesuaikan kebutuhan untuk mendapatkan layanan.

"Orang akan semakin fit dengan kebutuhannya, dan apa yang disediakan oleh semua pelaku industri, diperlukan kesiapan sumber dayanya juga, sehingga sumber daya manusia atau SDM itu harus ditransformasi juga agar mempunyai kompetensi-kompetensi yang tidak hanya basic. Kompetensi ini harus disesuaikan dengan kebutuhan di Era Industri 4.0," jelasnya.

Pada akhirnya, diharapkan setiap orang harus berada pada posisi kompetensi yang lebih baik lagi. Untuk mewujudkan itu, tentunya harus dibarengi dengan sinergi antar stakeholder terkait.

"Contohnya dulu orang harus bisa ngetik, orang harus punya kemampuan fisik. Tetapi di era digital nanti, mungkin itu tidak menjadi yang utama. Meski pun orang tidak punya kemampuan fisik yang sama, tapi dia punya kemampuan kompetensi digital lebih baik, dia tetap bisa bersaing," pungkasnya.

"Bicara kompetensi, pelakunya harus banyak, ada pemerintah, dinas terkait bagaimana menyesuaikan kurikulum, bagaimana orang mendapat ilmu, di era digital kepada pelanggan itu seperti apa. Hal-hal itu yg mungkin menjadi perhatian khususnya bagi Telkomsel," tuturnya.

Jamie, sapaan akrab Mulya Budiman mengatakan, Di Telkomsel sendiri sudah menyiapkan training-training yang sudah bukan latihan dasar (basic) lagi, namun latihan lebih lanjut (advance) juga menjadi perhatian dari Telkomsel. "Jadi semua karyawan harus sudah belajar digital itu seperti apa," ujarnya.

Ia juga menanggapi kesalahpahaman sebagian masyarakat tentang era digital yang dipahami hanya sebatas penggunaan aplikasi. "Digital itu bukan pada hakikat aplikasi. Aplikasi bagian dari itu. Hakikat dari era digital adalah bagaimana memberikan sesuatu dan manfaat yang lebih. Ketika itu bisa dipenuhi menjadi lebih advance dan lebih mudah, itulah sesungguhnya di era digital," ujarnya. (m04)

Penulis: Aditya Rahman Hafidz
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved