Para Ahli Temukan Gen Nyamuk yang Mengarahkan Gigitan Lebih Banyak pada Orang Tertentu

Para ahli menemukan gen nyamuk yang mengarahkan mereka untuk menggigit seseorang lebih banyak dibandingkan dengan yang lain

Para Ahli Temukan Gen Nyamuk yang Mengarahkan Gigitan Lebih Banyak pada Orang Tertentu
Twitter/@salvare035
Terlihat Mirip Sungguhan, Siapa Sangka Nyamuk Ini Ternyata Origami Terbuat dari Kertas 

TRIBUNKALTIM.CO-- Sejumlah ahli Australia berhasil menemukan gen di dalam nyamuk yang mengarahkan mereka untuk menggigit seseorang lebih banyak dibandingkan dengan yang lain. Meski begitu ahli belum tahu mengapa nyamuk

Terlihat Mirip Sungguhan, Siapa Sangka Nyamuk Ini Ternyata Origami Terbuat dari Kertas
Terlihat Mirip Sungguhan, Siapa Sangka Nyamuk Ini Ternyata Origami Terbuat dari Kertas (Twitter/@salvare035)

memiliki preferensi seperti itu.

Lembaga penelitian medis QIMR Berghofer telah bekerja dengan puluhan ilmuwan dari seluruh dunia untuk memetakan urutan genom nyamuk Aedes aegypti.

Sebagaimana diuraikan baru-baru ini di jurnal Nature, para ahli mengklaim telah memiliki gambaran lengkap tentang gen nyamuk, yang menularkan demam dengue dan virus Zika. Dua penyakit yang menyebabkan jutaan orang di seluruh dunia meninggal setiap tahun.

Dr Gordana Rasic dari laboratorium pengendalian nyamuk QMIR mengatakan, mereka telah menemukan beberapa gen baru, termasuk gen yang menentukan mengapa beberapa orang sangat rentan terhadap gigitan nyamuk.

"Kami masih belum memiliki jawaban mengapa nyamuk memiliki target hanya menggigit orang tertentu. Kami telah mengidentifikasi gen itu," kata Dr Rasic.

"Begitu kita tahu target nyamuk [orang yang lebih sering digigit nyamuk dibanding yang lain], yang mungkin menentukan apa yang membuat seseorang lebih tahan atau lebih menarik bagi nyamuk, kita dapat memanipulasi gen."

Dr Rasic mengatakan mereka juga menemukan gen yang membuat beberapa nyamuk tahan terhadap obat pengusir nyamuk.

Dia mengatakan para peneliti QIMR telah bekerja dengan beberapa lembaga lain, termasuk The Rockefeller University di New York, untuk memetakan gen nyamuk menyusul merebaknya virus Zika di belahan barat pada 2015.

Sebuah ringkasan dari Organisasi Kesehatan Dunia tahun itu menemukan ratusan ribu kasus virus Zika dilaporkan di 33 negara pada tahun itu, dengan 76 kematian karena cacat bawaan.

Halaman
12
Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved