Pinjaman Rp 270 Miliar Siap Masuk Kas Daerah Pemkab Kutim

Rencana peminjaman uang oleh Pemkab Kutai Timur ke Bank Jawa Tengah akhirnya teralisasi. Dana sebesar Rp 270 miliar siap masuk ke kas daerah

Pinjaman Rp 270 Miliar Siap Masuk Kas Daerah Pemkab Kutim
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Bupati Kutai Timur Ismunandar saat diwawancara awak media 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Rencana peminjaman uang oleh Pemkab Kutai Timur ke Bank Jawa Tengah akhirnya teralisasi. Dana sebesar Rp 270 miliar siap masuk ke kas daerah, dalam waktu dekat.

Prosesnya, tinggal menunggu tandatangan bersama antara Bank Jateng dengan Pemkab Kutim. Hal ini disampaikan Bupati Ismunandar, Senin (26/11/2018).

Pinjaman tersebut, menurut Bupati Ismunandar, untuk membiayai beberapa program kerja Pemkab Kutim di seluruh kecamatan. Baik infrastruktur jalan, kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur umum lainnya.

“Pinjaman, tinggal menunggu kita ke sana. Perizinan sudah selesai semua. Baik di Kementerian Dalam Negeri maupun Kementerian Keuangan. Tinggal kita tanda tangan di Jateng saja. Ini masih sibuk-sibuknya. Mudahan bisa dalam minggu ini,” ungkap Ismunandar.

Baca: Bupati Ismunandar Lepas Kontingen Kutai Timur, Janjikan Peraih Emas Dapat Bonus Rp 50 Juta!

Meski hanya Rp 270 miliar dari usulan sebelumnya Rp 350 miliar, namun menurut Ismunandar, adanya dana segar tersebut sangat membantu proses percepatan pembangunan yang dicita-citakan Pemkab Kutim bagi kesejahteraan seluruh masyarakat di 18 kecamatan se Kutim.

“Ya, hanya disetujui Rp 270 miliar. Program kerjanya juga sudah ditentukan oleh tim seleksi dari Kemendagri. Ada yang dicoret juga dari daftar usulan program. Seperti ada di situ tertulis, peningkatan jalan desa. Itu bukan kewenangannya. Padahal, maksudnya jalan antar desa. Tapi apa yang diperoleh sudah sangat membantu Pemkab Kutim dalam pembangunan,” ungkap Ismunandar.

Baca: Resmikan Vihara Pertama di Sangatta, Ismunandar: Menunjukkan Tolerasi dan Keberagaman

Sebelumnya, menurut Ismunandar, pinjaman dana segar rencana untuk membayar utang kawan-kawan pihak ketiga. Ternyata tidak boleh. Sehingga mau tidak mau, pinjaman dibayar untuk program kerja yang sudah tertulis dalam surat persetujuan dari Kemendagri dan Kemenkeu RI. Jumlah pinjaman yang diambil juga sudah tertulis di batang tubuh APBD perubahan 2018 dan nanti juga dimasukkan di APBD 2019.

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved