Alat Pantau Kualitas Udara di Balikpapan Rusak, Warga Bilang Waktu Pertama Lihat Keren!

Warga Balikpapan ternyata banyak yang belum mengetahui fungsi fasilitas yang terpasang di area publik

Alat Pantau Kualitas Udara di Balikpapan Rusak, Warga Bilang Waktu Pertama Lihat Keren!
Tribun Kaltim
Alat Pemantau Kualitas Udara terpaksa di simpang Mal Balikpapan Plaza tidak bisa beroperasi secara maksimal. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Warga Balikpapan ternyata banyak yang belum mengetahui fungsi fasilitas yang terpasang di area publik, seperti alat pemantau kualitas udara (APKU), videotron pantaua harga pasar, dan alat meter parkir.

Mereka mengaku tidak memperhatikan fungsi dari beberapa fasilitas tersebut. Bryan misalnya. Warga Balikpapan Kota ini mengaku tidak tahu menahu bahwa ada APKU di bawah JPO. Walaupun ia sering melewati tempat tersebut.

"Sering lewat sini tapi nggak perhatikan adanya fasilitas alat tersebur (APKU). Ini juga gak tau untuk apaan," jelas pria yang sering mengunjungi Plaza Balikpapan.

Baca: Banyak Fasilitas Publik di Balikpapan Rusak, Pengamat Sebut Pemkot Tidak Kreatif

Berbeda dengan Bryan, Febri salah seorang pekerja di sekitar APKU mengaku tahu, namun cuek. Sepanjang yang ia tahu pengukur udara atau APKU tersebut sangat informatif.

"Waktu pertama dibuat itu saya lihat keren ya, karena saya jadi perhatikan gitu udara yang saya hirup. Tapi lama-lama nggak perhatikan," tuturnya.

Saat ini alat pengukur udara tersebut masih berfungsi, hanya saja display tak maksimal. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pun mengakui bahwa keberadaan alat tersebut tak terlihat oleh banyak masyarakat.

Padahal, alat tersebut berguna bagi masyarakat untuk mengetahui perubahan kandungan udara yang berbahaya atau tidak. Dua titik alat tersebut pun dinyatakan rusak selain di depan Plaza Balikpapan, ada di Balikpapan Baru dan depan Plaza Rapak.

Baca: Satu Tahanan Polsek Samarinda Kota Masih Buron, Ini Sosok Pelaku Pencuri Puluhan Tabung Elpiji

Lain halnya dengan fasilitas videotron, pantauan harga yang terdapat di Pasar Klandasan dan Pandansari. Rosita, salah satu warga yang sering belanja di pasar tersebut mengaku memperhatikan dan mempertanyakan keberadaan videotron.

"Saya juga perhatikan tapi malah bingung gunanya apa, setahu saya di situ dulu ada harga-harga gitu, sekarang gak ada itu ya tanya-tanya saja," jelasnya

Nori, warga lainnya menuturkan, dirinya sekali saja melihat, tapi tidak melihat harga-harga bahan pokok. Ia hanya pernah melihat iklan-iklan yang ditampilkan pada videotron tersebut.

Baca: Kadisdikbud Balikpapan Sebut Bantuan Rp 10 M untuk SMKN 7 Terlalu Kecil

"Cuma lihat iklan-iklan saja, kalau tahu ada harga-harga gitu ya sangat menguntungkan buat kita pembeli biar gak dikerjain ya," sesalnya. Saat ini videotron sudah rusak, baik yang di Pasar Klandasan maupun di Pasar Pandansari. (*)

Penulis: Andrias Hillbert Lapian
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved