Banyak Fasilitas Publik di Balikpapan Rusak, Pengamat Sebut Pemkot Tidak Kreatif

Sejumlah fasilitas publik di Kota Balikpapan banyak yang rusak dan tidak berfungsi. Persoalan ini menjadi perhatian pengamat kota

Banyak Fasilitas Publik di Balikpapan Rusak, Pengamat Sebut Pemkot Tidak Kreatif
Tribun Kaltim
Alat Pemantau Kualitas Udara terpaksa di simpang Mal Balikpapan Plaza tidak bisa beroperasi secara maksimal. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sejumlah fasilitas publik di Kota Balikpapan banyak yang rusak dan tidak berfungsi. Persoalan ini menjadi perhatian pengamat kota dari LSM Stabil, Heri Sunaryo. Menurut dia, rusaknya fasilitas publik akibat tidak adanya perencanaan dari awal dan cara pemerintah memelihara fasilitas tersebut.

"Banyak fasilitas yang seperti asal bangun dan tidak dipelihara. Contohnya jembatan penyeberangan (JPO), alat pengukur kualitas udara, dan gedung parkir. Padahal fasilitas publik tersebut dibangun dengan biaya tidak murah, terus buat apa? Sudah dibangun," jelasnya.

Heri mengatakan, defisit anggaran harusnya tidak menjadi alasan untuk memperbaiki fasilitas publik yang rusak. Sebaliknya, pemerintah justru harus lebih kreatif. Misal, perbaikan JPO yang atapnya bolong-bolong bisa menggandeng pihak ketiga dalam pemeliharaannya. Tak menutup kemungkinan juga fasilitas yang lain.

Baca: Satu Tahanan Polsek Samarinda Kota Masih Buron, Ini Sosok Pelaku Pencuri Puluhan Tabung Elpiji

"Pemerintah kurang kreatif ya, ada pihak-pihak lain yang bisa diandalkan. Contoh JPO, itu kan yang paling diuntungkan Plaza Balikpapan, kenapa tidak diaktifkan kontribusinya untuk pemeliharaan jembatan itu," pungkasnya.

Ia juga secara tegas menyoroti perencanaan dari awal yang dinilai tidak dilakukan secara menyeluruh. Terbukti dari beberapa fasilitas yang tersedia tidak berfungsi dengan baik, seperti Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), Alat Pemantau Kualitas Udara (APKU), videotron pantauan harga di pasar tradisional Klandasan dan Pandan Sari, dan gedung parkir.

"Harusnya sebelum dibangun semua itu pemerintah punya kajian, karena dibangun pakai uang rakyat cukup besar, dan ada di pusat kota semua, tapi malah gak berfungsi dan tidak dipelihara," tegasnya.

Baca: Tiga Siswa SMKN 2 Balikpapan Juara DILo Hackathon Festival 2018 Gelaran Telkom Divre VI Kalimantan

Sebelumnya, pemeliharaan yang dilakukan terhadap prasarana di Balikpapan perlu diperhatikan. Pasalnya, beberapa dinas terkait mengaku tidak menganggarkan pemeliharaan untuk fasilitas yang mengalami kerusakan, tidak terpakai, dan tidak berfungsi dengan baik dengan anggaran pembuatan rata-rata lebih dari Rp 1 miliar. (*)

Penulis: Aditya Rahman Hafidz
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved