Separuh Kontraktor Jasa Konstruksi di Kaltim Disebut Masih Mati Suri, Ini Penyebabnya

Lebih dari 60 persen perusahaan jasa konstruksi di Kaltim, mati suri. Hal ini juga dialami pengusaha konstruksi

Separuh Kontraktor Jasa Konstruksi di Kaltim Disebut Masih Mati Suri, Ini Penyebabnya
Tribun Kaltim/Rafan A Dwinanto
Kepala Biro Pembangunan Daerah Kaltim, Fadjar memukul gong penanda dimulainya Musda IV Gapeksindo 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Lebih dari 60 persen perusahaan jasa konstruksi di Kaltim, mati suri.

Hal ini juga dialami pengusaha konstruksi yang tergabung dalam Gabungan Perusahaan Jasa Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Kaltim.

Persoalan banyaknya perusahaan jasa konstruksi yang mati suri ini diharapkan menjadi fokus perhatian pengurus baru Gapeksindo Kaltim.

Baca: Akun Facebook Polresta Samarinda Diretas Hacker, Postingannya jadi Begini

Hal ini diungkapkan Ketua Gapeksindo Kaltim, Samsul Tribuana, dala Musyawarah Daerah (IV) Gapeksindo Kaltim yang berlangsung di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Rabu (28/11/2018).

Samsul berharap penggantinya kelak juga memerhatikan hal tersebut.

Kondisi saat ini, kata Samsul, dari sekitar 1.500an kontraktor yang tergabung di Gapeksindo, hanya sekitar 600 kontraktor yang masih bertahan.

"Dari 600 kontraktor itu pun, ada banyak yang tak kebagian pekerjaan, alias menganggur," kata Samsul.

Baca: 17 Calon Komisioner KPID Diuji Kelayakanya oleh Komisi I DPRD Kaltim

Kondisi ini, menurut Samsul, terjadi secara nasional. Penyebabnya, sebagian besar kontraktor, termasuk di Kaltim, masih sangat mengandalkan proyek pemerintah.

"Sementara, dana pemda semakin sedikit. DAK (dana alokasi khusus) dari pusat juga banyak terpangkas," ujar Samsul, yang sudah menjabat sebagai Ketua Gapeksindo Kaltim selama dua periode.

Penyebab lainnya, kata Samsul, pemerintah banyak menggeber pembangunan infrastruktur strategis. Diketahui, model infrastruktur seperti ini memerlukan biaya yang sangat besar. Sementara, kontraktor yang bisa mengakses proyek strategis nasional tersebut kebanyakan berkaliber Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kontraktor swasta besar, maupun kontraktor asing.

"Karena sebagian besar dana tersedot untuk proyek strategis nasional seperti tol, bandara, pelabuhan. Yang pemainnya itu pemain besar," ungkap Samsul.

Baca: KNKT Beri 2 Rekomendasi Untuk Lion Air, Jumlah Pramugari Pada Penerbangan yang Nahas Jadi Sorotan

Menurut Samsul, proyek konstruksi di Kaltim kian terbatas. Samsul berharap, proyek yang terbatas ini mampu dikelola secara arif oleh Pemprov, maupun Pemkab dan Pemkot di dalamnya

. "Ini yang saya rasa perlu dipikirkan teman-teman Gapeksindo, LPJKP (lembaga pengembangan jasa konstruksi provinsi), dan lainnya. Agar tidak ada lagi yang mati suri," tutur Samsul.

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved