Stok Bahan Pokok di Samarinda Tersedia, Potensi Lonjakan Harga di Akhir Tahun Masih Tinggi

Kenaikan harga bahan-bahan kebutuhan pokok, jelang akhir tahun sudah diantisipasi. Pemkot Samarinda bersama beberapa pihak terkait

Stok Bahan Pokok di Samarinda Tersedia, Potensi Lonjakan Harga di Akhir Tahun Masih Tinggi
TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HP
Stok beras di Pasar Induk Segiri Samarinda 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kenaikan harga bahan-bahan kebutuhan pokok, jelang akhir tahun sudah diantisipasi. Pemkot Samarinda bersama beberapa pihak terkait agar tak terjadi lonjakan harga jelang Natal dan Tahun Baru.

Rapat antisipasi kenaikan harga ini digelar di Balaikota, Kamis (29/11/2018).

"Nanti tanggal 4 Desember ini kita akan memantau harga ke pasar-pasar. Kita turun bersama Bulog, Pertamina, Polisi, Iswana Migas, dan lainnya," kata Asisten II, Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Setkot Samarinda, Endang Liansyah, usai memimpin rapat.

Baca: Disperindag Kota Balikpapan Sebut Harga Bahan Pokok Masih Stabil Jelang Idul Adha

Dari hasil rapat, menurut Endang, sejumlah barang kebutuhan pokok, terutama yang tahan lama, masih tersedia dalam stok yang cukup. Beras misalnya, kata Endang, masih tersedia sekitar 5.000 ton. Cukup untuk beberapa bulan. "Bahan bakar, gula, minyak goreng, ikan, tepung terigu, stoknya masih banyak," kata Endang.

Menurut Endang, kerjasama dagang antara para pengusaha Kaltim dengan pedagang lain di daerah penghasil pangan seperti Jawa dan Sulawesi, sudah bersifat jangka panjang.

"Jadi, stok itu sudah tak masalah. Karena kerjasamanya sudah jangka panjang," katanya lagi.

Meski demikian, lanjut Endang, persoalan inflasi, atau lonjakan harga ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor tersedia stok, saja. Terdapat faktor lain yang bisa memicu lonjakan harga pada komoditas tertentu.

"Misalnya LPG. Sekarang stok tersedia, baik LPG 3 kg, 5 kg, maupun 12 kg. Tapi, seperti tahun lalu, itu ada tukang kemplang yang dari luar Samarinda, memborong LPG di warung-warung dan agen. Sehingga jadi langka," ungkap Endang.

Baca: Diskukmperindag Akan Tingkatkan Pengawasan Distribusi Bahan Pokok

Kondisi ini diantisipasi dengan menyiapkan satuan tugas (satgas). Baik yang berasal dari kepolisian maupun Pemkot.

"Kita juga sudah kasih tahu ke pangkalan LPG. Dan mereka (pangkalan) tidak akan jual kepada pengemplang tadi, karena mereka sudah tahu siapa-siapa yang tukang kemplang. Tapi, kalau mereka (pangkalan) lalai, sengaja, nanti mereka bisa kena sanksi," kata Endang.

Faktor lain yang menjadi pemicu lonjakan harga adalah momentum. Contohnya, pedagang memanfaatkan hari-hari besar keagamaan untuk menaikkan harga secara serentak.

"Inflasi bukan hanya stok. Momentum juga bisa. Seperti ayam, telur, stok tersedia. Tapi karena momentum, pedagang kompak naikkan harga," kata Endang.

Baca: Harga Sembako di Perbatasan Bisa Terkendali, Pemprov Kaltara Gelontorkan Subsidi Angkut Rp 9 Miliar

Kondisi memanfaatkan momentum ini, diakui Endang, cukup susah untuk diantisipasi. Lantaran penetuan harga sepenuhnya diserahkan pada pasar.

"Tapi, kenaikan harga karena momentum ini biasanya tak lama. Hanya satu dua hari. Biasanya bisa dikendalikan dengan operasi pasar," tuturnya.

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved