Destinasi

Melihat Kehidupan Wanita Berkuping Panjang di Long Pakaq Mahulu, Sejarah dan Keberadaannya Kini

Mencari sisa peninggalan gaya hidup kuping panjang di masyarakat dayak Provinsi Kalimantan Timur masih bisa mudah ditemukan.

Melihat Kehidupan Wanita Berkuping Panjang di Long Pakaq Mahulu, Sejarah dan Keberadaannya Kini
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Generasi wanita berdaun telinga panjang atau Telinga’an Aruu, yang masih hidup di Kampung Long Pakaq, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu (28/11/2018) pagi. 

Melihat Kehidupan Wanita Berkuping Panjang di Long Pakaq Mahulu, Sejarah dan Keberadaannya Kini

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo 

TRIBUNKALTIM.CO, LONG PAHANGAI – Mencari sisa peninggalan gaya hidup kuping panjang di masyarakat Dayak Provinsi Kalimantan Timur masih bisa mudah ditemukan.

Satu di antaranya bisa dilihat di kampung-kampung kawasan Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), sebuah kabupaten termuda di Provinsi Kalimantan Timur. 

Mengunjungi ke tempat-tempat ini membutuhkan makan waktu dan biaya yang tidak kecil.

Sarana-prasarana infrastruktur menuju ke lokasi masih sangat minim.

Belum lama ini Tribunkaltim.co mengunjungi satu di antara kampung yang ada di Kecamatan Long Pahangai, Rabu (28/11/2018) pagi. 

Kampung tersebut adalah Kampung Long Pakaq, daerah pemukiman penduduk desa yang persis berada di bantaran Sungai Mahakam.

Masyarakatnya, terutama yang wanita masih ada yang bertelinga panjang, dan semuanya sudah berusia lanjut. 

Generasi sisa-sisa peninggalan budaya memanjangkan daun telinga masih ada yang hidup meski usianya banyak yang sudah menyentuh angka setengah abad. 

Halaman
1234
Penulis: Budi Susilo
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved