Setelah Teriak Siapa Jago di Sini, Seko Malah Tewas Kena Tikam

Pria yang sehari-hari merupakan karyawan sub kontraktor PT KPC, tewas bersimbah darah setelah terkena badik milik Evit (30).

Setelah Teriak Siapa Jago di Sini, Seko Malah Tewas Kena Tikam
HO POLRES KUTIM
AMANKAN BARANG BUKTI - Polisi mengamankan barang bukit berupa baju dan sebilah badik yang berlumur darah korban Seko 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Satu lagi peristiwa berdarah terjadi di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur. Pria bernama Seko (35) warga Jalan Munte, Gang Rawa Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara , Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tewas dengan luka tusukan senjata tajam.

Pria yang sehari-hari merupakan karyawan sub kontraktor PT KPC, tewas bersimbah darah setelah terkena badik milik Evit (30). Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Kabo, Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Selasa (4/12).

“Korban kena tusuk di bagian dada, namun cukup dalam. Sehingga mengakibatkan pendarahan hebat dan akhirnya meninggal dunia,” kata Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan didampingi Kasatreskrim AKP Yuliansyah, Rabu (5/12).

Baca: Filmnya Pamit dari Bioskop, Hanum Rais Ucapkan Perpisahan; Apresiasi yang Luar Biasa

Hasil pemeriksaan para saksi di TKP, menurut Yuliansyah, peristiwa penganiayaan yang berbuntut hilangnya nyawa Seko bermula saat terjadi cekcok mulut antara Ronal, kakak Evit dengan Sule, rekan Ronal.

Setelah keduanya didamaikan, tiba-tiba Seko datang dengan membawa sebilah parang ke lokasi cekcok tersebut. Korban mengamuk secara tiba-tiba, sambil berkata “Siapa jago di sini”.

Baca: Jawaban Maia Estianty saat Ditanya Apakah Ingin Punya Anak dari Irwan Mussry

Mendengar suara korban yang menantang, Evit, adik Ronal langsung menerima tantangan Seko. Keduanya pun sempat terlibat perkelahian. Namun, tiba-tiba Seko terjatuh dan mengenai badik yang dibawa Evit.

“Saat menerima tantangan Seko, ternyata Evit ini membawa senjata tajam jenis badik. Keduanya pun berkelahi hingga akhirnya Seko terjatuh karena terkena tikaman Evit. Korban pun langsung meninggal saat itu juga,” kata Yuliansyah.

Baca: Beri Selamat pada Achmad Hulaefi dan Lindswell Kwok, Teuku Wisnu: Jomblo Jangan Baper

Saat ini, kata Yuliansyah, pihaknya sudah mengamankan Evit di Rutan Polres Kutai Timur. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Tersangka Evit kami amankan di Kecamatan Teluk Pandan. Sebab, pasca kejadian, pelaku langsung pergi. Ia mengaku akan menuju Bontang untuk berobat, karena banyak luka akibat perkelahian dengan korban,” ujar Yuliansyah.

Atas perbuatan tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 340 sub 338 lebih sub 351 (3) tentang dengan sengaja menghilangkan nyawa seseorang dengan ancaman kurungan penjara diatas 10 tahun. (*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved