SPBU Terancam Sanksi Pertamina

Beli eceran memang mudah, tak perlu mengantre. Tapi harus rela membayar lebih mahal dan tak sesuai takaran.

SPBU Terancam Sanksi Pertamina
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
TINDAKAN TEGAS - Masyarakat sangat berharap, agar PT Pertamina menindak tegas pemilik atau pengelola SPBU, agar mereka tak lagi melayani pengetab. 

> Bila Melayani Pengetab dan Pengecer

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Antrean panjang para pengetab Bahan Bakar Minyak (BBM), di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) adalah fenomena yang biasa disaksikan masyarakat Berau. Bahkan selalu menjadi keluhan tanpa solusi.

Para pengetab atau orang yang biasa membeli BBM dalam jumlah banyak dan berulang-ulang ini dituding sebagai penyebab sulitnya warga membeli BBM.

“Untuk beli bensin (premium) dua liter saja, antreannya bukan main panjangnya. Daripada menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapat bensin, lebih baik beli eceran,” kata Samsul, warga Tanjung Redeb.

Baca: Inilah si Babas, Maskot Porprov Kaltim 2018, Buaya Air Tawar yang Masuk Kategori Terancam Punah

Beli eceran memang mudah, tak perlu mengantre. Tapi harus rela membayar lebih mahal dan tak sesuai takaran. Karena itu, masyarakat sangat berharap, agar PT Pertamina menindak tegas pemilik atau pengelola SPBU, agar mereka tak lagi melayani pengetab.

Menanggapi desakan ini, Andi Reza, Sales Executive III PT Pertamina, Wilayah Kaltara yang juga membawahi wilayah Berau mengatakan, pasokan BBM ke wilayah Berau sebenarnya lancar. “Stok kami di Berau tidak ada masalah, karena suplai kapal juga lancar. Bahkan masing-masing SPBU mendapat suplai (BBM) sesuai dengan permintaan mereka,” ungkap Andi Reza kepada Tribunkaltim.co, Rabu (5/12).

Baca: Awalnya Malu-malu, Desy Ratnasari Akhirnya Ngaku Sudah Punya Kekasih Baru

Andi mengakui, di wilayah Berau memang ada pola distribusi BBM yang menurutnya tidak masuk akal.

“Kalau saya lihat di lapangan, bisa jadi ada pengisian yang berulang, hampir setiap hari,” ujarnya. Pihaknya mengaku kerap memberikan sosialisasi kepada pemilik dan pengelola SPBU agar tidak melayani pengisian BBM yang tidak wajar.

Baca: Proyek Susah Didapat, Begini Nasib Sejumlah Kontraktor di Samarinda

“Kami selalu memberikan sosialisasi ke SPBU, pengisian tangki non standar harus sesuai dengan Perpres dan Peraturan BPH Migas nomor 5. Jika tidak, SPBU akan kita berikan sanksi. Sanksi paling ringan yaitu peringatan, atau kami hentikan suplai selama beberapa hari. Kalau (pelanggarannya) berat, kami hentikan suplai produk (BBM) 2 minggu sampai 3 bulan,” paparnya.

Baca: Kronologi Pembunuhan Pekerja di Papua oleh KKB, Diminta Baris Jongkok lalu Ditembaki

Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab dan Polres Berau, untuk membantu mengawasi pendistribusian BBM agar lebih merata.

“Daerah lain, dibantu teman-teman Satpol PP di daerah masing-masing. Ikut menertibkan. Dan Pertamina siap menertibkan pengetab atau SPBU yang nakal,” tegasnya. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved