Tekan Inflasi, Ini Dua Masukan Penting Bank Indonesia untuk Kabupaten Mahakam Ulu

Kendala utama yang membuat Mahulu mengalami peningkatan tajam atas harga konsumsi adalah alur distribusinya yang sulit dan berbiaya tinggi.

Tekan Inflasi, Ini Dua Masukan Penting Bank Indonesia untuk Kabupaten Mahakam Ulu
(Tribunkaltim/BudiSusilo)
Pasar basah di Jl Bang Juk RT IV, Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu. Di pasar ini harga ayam broiler per kilogram berbandrol Rp 60 ribu pada Rabu (5/12/2018). 

Tekan Inflasi, Ini Dua Masukan Penting Bank Indonesia untuk Kabupaten Mahakam Ulu

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Kalimantan Timur memberi masukan kepada daerah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dalam upaya menekan tingkat laju inflasi atas harga-harga kebutuhan pokok ekonomi di kabupaten termuda di Provinsi Kaltim ini.

Prabu Dewanto, Kepala Tim Pengembangan Ekonomi Kantor BI Perwakilan Kaltim, menjelaskan, kendala terbesar yang membuat Mahulu mengalami peningkatan tajam atas harga konsumsi adalah alur distribusinya yang sulit dan berbiaya tinggi.

"Saya dengar tadi kan di transportasinya, salah satunya," katanya kepada Tribunkaltim.co, usai Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Mahakam Ulu, di Gedung Badan Penelitian dan Perencanaan Pembangunan Mahulu, Jalan Poros Tikah, Ujoh Bilang pada Rabu (5/12/2018) siang.

Hadapi Tantangan Tahun 2019, Bank Indonesia Adakan Pertemuan Tahunan Ekonomi Daerah di Balikpapan

Inflasi Mengerek Tarif Angkutan Udara dan Harga Sembako

Karena itu, tegas dia, melalui Mahulu'>Pemkab Mahulu sudah semestinya lakukan terobosan dengan melakukan swasembada pangan.

Selama ini pasokan barang konsumsi masih banyak mengandalkan kiriman dari luar daerah, yakni dari Kabupaten Kutai Barat.

Seperti di antaranya kebutuhan pokok seperti beras, daging ayam, sayur mayur dan buah-buahan didatangkan dari Kutai Barat yang mesti melintasi jalur sungai atau jalan darat yang berat.

Kabupaten Mahulu dinilai perlu membuka lahan baru. Sebab masih banyak lahan yang kosong yang bisa dikembangkan jadi pertanian dan peternakan.

"Banyak mengambil dari luar. Harusnya sudah bisa mulai bisa penuhi sendiri, harus bisa produksi sendiri," ujar Prabu. 

Bandara APT Pranoto Beroperasi, Komponen Inflasi di Samarinda Bertambah

Peringati Hari Statistik Nasional, Berau Belum Punya Data Inflasi

Selain itu, Mahulu'>Pemkab Mahulu bisa lakukan kerjasama perdagangan dengan kabupaten kota lainnya, seperti Kota Samarinda lakukan kerjasama dengan Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan.

"Harga bisa ditekan rendah, sudah ada MoU (Memorandum of Understanding) antar dua daerah. Pemerintah dengan pemerintah langsung. Bisa tanya yang lagi panen dimana. Harga tidak tinggi, pas ada panen pasokannya banyak," katanya.

Sejauh ini, di Pemerintah Provinsi Kaltim ada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis yang bisa memantau dan menjadi patokan dalam harga pasaran.

"Bisa tahu mana harga yang sedang turun, mana sedang naik," kata Prabu. 

Penulis: Budi Susilo
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved